Amin, amin ...
Permintaan saya untuk mendapatkan 'inspection copy' dari para penerbit buku untuk persiapan CCIE sudah ada titik terang sedikit.
Dari 6 buku yang diminta, 2 diantaranya sudah sampai. Horeeee!!!
Tinggal 4 buku lagi yang kebetulan kehabisan dari pihak percetakan
Semoga semuanya berjalan lancar :)
Hari ini: 31 Januari 2006. Persiapan kembali untuk mengambil CCIE R&S Written dijadikan agenda sehari-hari lagi.
Saya akan berterus terang saja tentang keadaan saya sekarang dan apa yang menjadi fokus saya untuk ujian written berikutnya
Sudah satu tahun lebih sedikit saya pindah ke Australia dengan kebulatan tekad menulis ulang lembaran hidup bersama istri saya di tanah harapan ini
Saat kami berdua mempersiapkan segalanya: Permanent Residency (PR), lokasi, tempat tinggal dll, kami berdua penuh semangat dan berangan-angan bahwa di tanah inilah kami berdua akan menghabiskan hidup (tenang, umur saya dan istri saya baru 30 sekian :) )
Kami sepakat bahwa siapapun yang mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu, akan berangkat dan di negara bagian itulah kami berdua akan memulai hidup yang sudah lama diidam-idamkan
Istri saya ternyata diterima lebih dahulu. Seperti kesepakatan yang sudah kami buat berdua, dia berangkat duluan dan saya membereskan di tempat awal sebelum menyusul dia. Sampai detik terakhir saya berangkat, masih belum ada pekerjaan yang berjodoh dengan saya.
Apa ide? Pindah ke 'Plan B', buka usaha sambil mencari kerja. Banyak orang mengatakan bahwa ini strategi yang gila, nekat, beresiko dan lain-lain. Ditambah 'pengalaman' orang-orang tersebut, bahwa sekali keputusan dibuat untuk terjun ke self-employed, gak akan ada jalan lagi untuk kembali jadi 'karyawan'.
Empat bulan lebih saya menganggur sampai akhirnya saya berhasil 'bangun' dan memutuskan "tunggu dulu ... nasib saya bukan ditakdirkan jadi pengangguran! Saya punya kualifikasi yang termasuk di atas rata-rata dan jarang dimiliki orang. Pengalaman ada, jadi targetnya cuma satu: cari kerja yang ada hubungannya dengan kualifikasi dan pengalaman saya, pekerjaan tersebut bisa membantu saya melangkah mendekati CCIE (multiple), penghasilannya tidak harus stabil asalkan cukup untuk menambah kepulan dapur yang mulai agak kurang mengepul
Oh ya, selama 4 bulan 'nganggur' tersebut, saya cukup bersyukur juga karena setup small business sebagai VAR dan System Integrator berjalan cukup lancar tanpa keluar modal yang luar biasa besar. Memang ada efek sampingnya: kelancaran small business-nya juga tidak bisa diharapkan langsung wusss :)
Ternyata memang yang namanya sabar itu perlu dibiasakan. Tidak berapa lama dari link ke vendor terjalin (tapi masih nihil client), saya diminta mengajar di salah satu Cisco Academy yang jaraknya hanya 15 menit jalan kaki dari tempat saya tinggal. Amin! Yess!!!
Kenapa saya senang? Akses alat ada, akses sumber belajar ada plus karena link ke vendor, akses sebagai Cisco partner juga ada. Semuanya terjadi di saat yang sepertinya sudah ditentukan.
Intermezzo sedikit, saya teringat untuk menulis blog ini di tengah-tengah pembuatan 'project management' untuk ujian CCIE R&S yang harus beres tahun 2006 ini.
Mungkin ada diantara pembaca yang mengatakan saya masih beruntung, saya akui memang saya merasa beruntung dan bersyukur sekali karena kebutuhan saya dipenuhi secara 'sukarela' dari orang-orang di sekeliling saya.
Tapi .... secara finansial saya mengorbankan beberapa hal. Peralatan lab masih belum bisa dibeli dulu (walaupun ada tawaran dari Cisco untuk setup lab dengan harga nyaris 70% off RRP), tapi saya belum mampu untuk itu. Ada komitmen lain yang sudah saya sepakati dengan istri saya: memiliki tempat tinggal tetap dulu baru bisa lebih leluasa sesudahnya.
koq bisa? tempat saya sekarang masih sewa (kost???) dan kalau main pasang peralatan lab, server, dll yang bertujuan untuk bisnis maupun persiapan lab saya, pemiliknya bisa mencak-mencak nantinya. JAdi yah ... bersabar dulu
Sementara ini modal belajar saya cuma: buku-buku yang sudah pernah di beli sebelumnya, buku-buku pinjaman (karena gak berhasil mendapatkan di toko buku maupun faktor harga total). Untungnya di tempat kerja, refernsi buku cukup ada (gak masalah tahun terbitnya cetakan pertama sekalipun), tujuannya adalah memantapkan kembali dasar-dasar teknologi jaringan komputer yang selama ini terbangun hanya via pengalaman 'barbarian' / koboy
Ada juga keberuntungan yang terjadi sekitar awal Januari 2006. Ada kenalan saya yang hendak 'membuang' komputer lama mereka. Total sekitar 12 - 15 buah. Sesudah saya periksa, mereka 'memaksa' saya mengambil semuanya. Sayangnya tempat tinggal tidak memungkinkan. Jadi saya hanya berujung mengangkut 3 unit dan isinya kanibal dari 12 - 15 komputer tersebut. Lumayan ok juga: Pentium II/333MHz, RAM 192, Harddisk 2x4GB (beneran, Giga Bytenya cuma satu digit), 4 NIC.
Ada lagi 1 unit yang cukup unik keadaanya. Di casingnya tertulis IBM dengan logo Intel Pentium 4. Karena tidak sempat diperiksa lagi dan sudah dipaksa ambil yah saya bawa pulang. Sampai di rumah: gak bisa hidup! Spec? Pentium 4/ 1.6GHz (non-HT), 256MB, 40GB HDD, grafic cardnya saya kasih nVidia yang nganggur. Tapi gak bisa hidup!!! Usut punya usut, ternyata elco dari AVR-nya over current. Ide? Gampang, solder lepas kedua elco tsb dan diganti dengan kapasitas yang lebih besar sedikit (1500uF ke 2200uF). Sesudah dicolok ... pluk ... hidup! Amin ...
Dengan modal sedikit untuk tambal ini itu, jadilah lab Cisco 'maksa' di tempat tinggal sekarang. Plus ... ada lagi keberuntungan lainnya: saya diijinkan meminjam Cisco 1700 yang tidak terpakai dari kantor. Cuma 1 biji, tapi lebih dari cukup untuk latihan EIGRP di-redist ke para gerombolan PC router ini :)
Saya mungkin masih termasuk beruntung, tapi keadaan saya tergolong tidak memungkinkan untuk persiapan CCIE R&S yang memutuhkan pengalaman, kecepatan konfigurasi, keintiman dengan peralatan Cisco, kebiasaan melakukan konfigurasi, dll. Pengalaman!!! Modal saya cuma di lingkungan campus switching yang terakhir saya pegang bulan Oktober 2004. Pengalaman sekarang? boleh dikatakan nihil selama 12 bulan terakhir. Tapi ... (ada aja tapinya nih orang ...) saya akui persiapan CCNA saya yang dulu sekali sangat berharga. Walaupun tidak berhasil langsung lulus di satu kali ujian, tapi karena hal tersebut, dasar-dasar CCNA jadi benar-benar melekat dan pengembangannya di area switching dan sedikit routing, wireless dan security sangat membantu kebiasaan jari-jari saya dalam mengetik perintah-perintah IOS, analisa/ troubleshooting, dll. Saya hanya berharap semoga apa yang ada sekarang tidak langsung hilang begitu saja.
Tambahan lagi, di tempat kerja juga sudah upgrade peralatannya ke Cisco seri 2800, jadi paling gak kalau nanti ikutan lab CCIE gak kampungan karena baru pertama kali ketemu sama ISR-nya Cisco :)
Kembali ke persiapan, mungkin ada yang tahu dan pernah wanti-wanti ke saya untuk gak maju ke written kalau gak siap. Saya mengorbankan satu ujian written (attempt ke-2) karena beberapa alasan: update ujian terakhir (memang beda sekali dengan first attempt), lingkungan dan keadaan ujian dan yang cukup penting: isi ujian dan di mana kelemahan saya dari sudut pandang Cisco. Sakit sih hilang dana sebesar satu kali ujian written, tapi lebih baik begitu dan saya jadi tahu dari pada sudah berasa siap sekali dan malah gagal juga karena kaget dengan isi ujian yang tidak terduga tersebut.
Jadi, 28 hari ke depan, saya fokuskan menggembleng isi otak ini untuk bisa mengolah segala jenis informasi yang akan ditanyakan saat ujian nanti. Kapan ujiannya? sesudah 28 hari tersebut
Selama awal Januari sampai akhir Feburari, saya masih off dari kerja (dan tidak digaji, karena status saya hanya part-time). Bisnis? terpaksa agak diredakan aktifitas mencari client-client baru. Cukup jaga client-client yang sekarang dan bikin mereka senang, sementara ini cukup.
CCIE adalah tujuan saya.
Nyaris satu bulan yang lalu saya menempuh ujian CCIE written untuk yang kedua kalinya dan masih belum berhasil lulus.
Mungkin karena sudah 'terbiasa' gagal ujian di kali pertama, rasa sakitnya tidak begitu terasa. Yang lebih sakit adalah kantong :)
Analisa selama satu bulan terakhir ini mengenai metode belajar menunjukkan bahwa: slot belajar harus di ganti menjadi lebih intensif seperti waktu saya mau mengambil ujian CCNA dulu, area yang mau dipelajari juga harus di pecah sampai sedetil mungkin untuk memastikan landasannya sudah dipahami luar-dalam, dan ... mengorbankan kesenangan yang sekarang ada dengan mengurangi tingkat santai sehari-hari.
Ini bukan berarti saya akan meluluuuu belajar di sela waktu sengang walau sekian detik/ menit. Tapi, begitu ada waktu senggang yang bisa saya atur (kontrol), saya lebih memastikan itu digunakan untuk belajar.
Salah satu pengorbanan yang harus diambil adalah: mengurangi aktifitas bisnis IT yang sedang saya bangun. Secara keseluruhan, saya tidak melihat akan terjadi kerugian yang berarti, yang perlu dipastikan adalah: apa yang ada sekarang tidak berkurang. Penambahan??? Masih dipikir-pikir dulu.
Secara garis besar, beberapa hal yang bisa saya andalkan akan saya usahakan tidak terlepas: akses lab yang sudah memadai dan bisa diatur, akses CCO yang cukup lebar, akses peralatan tambahan yang diperlukan juga selalu siap kalau mau, akses bahan bacaan yang saya rasa juga lebih dari cukup.
Kalo gitu apa yang kurang? Fokus ...
Fokus yang sekarang (dan terakhir ujian written) masih kurang. Masih ada yang kurang terkonsentrasi untuk melewati ujian CCIE written.
Fokus ... fokus ... saya akan lebih fokus ...
Masih perlu belajar lagi :)
Sakit sih, tapi dari percobaan ujian ini saya jadi lebih tahu area mana yang telah banyak berubah dan area mana yang lebih di fokuskan untuk dipelajari
Saya akui, perubahan yang dilakukan pada ujian CCIE written ini sudah 'melepas' sisi akademis dari pengetahuan Cisco secara umum. Sebagian besar pertanyaannya mengarah ke praktek dan pembantu menjawab pertanyaan hanyalah pengalaman dan latihan (di samping belajar teorinya)
"Gagal itu hal biasa, tidak pernah gagal memang luar biasa, selalu gagal: Anda yakin Anda biasa?"
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Besok, pk 14:30 ... penentuan saya untuk menjadi kandidat resmi CCIE R&S terjadi!
Wish me luck ;-)
... hitungan hari untuk memastikan saya menjadi kandidat resmi CCIE R&S semakin mendekat!
Sudah cukup banyak brain drill yang saya kerjakan, cukp banyak buku dan referensi yang dibuka, cukup banyak waktu yang harus dialokasikan untuk benar-benar berkonsentrasi ...
Uniknya, selama masa-masa persiapan tersebut, saya masih sempat untuk nonton tv, mengunjungi client yang memerlukan bantuan, mengajar, dll
Sempat timbul pertanyaan di dalam hati saya "Apakah persiapan yang saya kerjakan ini benar?". Ada beberapa rekan CCIE dan rekan-rekan IndoCisco senior yang memberikan acuan dan arahan dan saya berterima kasih banyak atas bantuan mereka dalam mengarahkan langkah saya dalam mempersiapkan ujian kualifikasi ini. (maaf, untuk sementara nama dan kredit akan diberitahukan kemudian begitu saya sudah berhasil melalui tahap kualifikasi ini)
Apakah saya memerlukan 'good luck' dari para pembaca? Tentu saja! Apakah saya juga tetap berdoa dan berserah? Pasti! Apakah saya juga akan pasrah dengan keadaan ujian nanti? Belkum tentu :)
Saya yakin bahwa saya sudah cukup mempersiapkan diri. Saya yakin bahwa saya akan mampu mengerjakan ujian dan melakukan analisa yang diperlukan dalam menjawab soal-soal ujain tersebut.
Saya juga melatih dalam alokasi waktu: dari 120 menit yang akan saya dapat, berapa lama akan saya habiskan untuk membaca, berpikir, menganalisa dan menjawab setiap pertanyaan? yang pasti metodenya tidak seperti persiapan fisik olah raga yang memerlukan kecepatan waktu, kakuratan hasil, maupun nomor 1. Yah, kalau mungkin mengapa tidak?
Yang saya jadikan acuan: ketelitian, efisiensi waktu dan kepastian dalam memberikan jawaban, itu saja
Ujian ini sudah saya impikan untuk dilalui dengan sukses sehingga saya bisa memulai perjalanan saya sebagai seorang CCIE ;)
Saya yakin .. semuanya akan berjalan lancar. Saya yakin saya akan bisa menggunakan waktu yang ada seoptimal mungkin. Saya yakin bahwa hasil dari ujian ini bukanlah penentu berhasil atau gagalnya studi saya. Saya yakin, saya akan melalui ujian kualifikasi ini dengan baik.
Saya akui bahwa saya bukanlah orang hebat (pintar, genius, dlsb) maupun rajin. Saya hanya mengupayakan yang terbaik yang bisa saya lakukan.
Satu hal yang saya pegang dalam menjalankan segala jenis situasi (ujian, pertemuan/ meeting, games, dlsb): enjoy aja lagi :) Kalau saya menikmati/ enjoy dalam menjalankan prosesnya, hasilnya akan menjadi baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya :) Itu sudah saya buktikan ratusan kali dalam perjalanan hidup saya.
'Mind control' juga akan digunakan sebaik mungkin.
... dan masih banyak lagi kemungkinan saya untuk tetap bertahan dalam mengontrol pikiran saya untuk terfokus pada ujian dan mencari jawaban
Kita lihat saja hasilnya :) Saya akan menjalankan ujian tersebut dengan kenikmatan menjalani ujian :)
"Gila kali nih orang, ujian koq dinikmati?" Silahkan Anda yang memutuskan, Anda mau memilih untuk menikmati hidup atau meratapi hidup?
Arrrggghhh ... rencana ujian yang dijadwalkan tanggal 29 November, terpaksa diundur ke bulan Desember. Sebaiknya saya tidak cantumkan tanggalnya, daripada ada halangan lagi :)
Dilihat secara keseluruhan, ada bagusnya juga bukan tanggal 29 Nov ini, sebab beberapa area yang dulu lemah masih belum juga menguat banyak. Untuk area yang dulunga kuat sekali (switching) juga mengalami penurunan. Jadi secara luas, ada baiknya ujiannya ditunda sampai materi yang lemah tersebut benar-benar dikuasai. Target sih gak muluk-muluk, 80% udah ok :)
Ada satu tip belajar yang mau saya bagikan.
Biasanya untuk persiapan ujian, kadang memang agak susah ditebak pertanyaan mana yang akan lebih banyak ditanyakan. Ujian Cisco juga tidak berbeda jauh, tapi dengan adanya blue print dari ujian, para kandidat jadi lebih bisa mempersiapkan diri untuk area pengetahuan yang akan ditanyakan.
Saya membagi proses belajar yang saya alami menjadi beberapa tahap:
Di tahap penyerapan, sebagian aktifitas yang terlibat adalah: baca, baca dan baca. Ditambah dengan mencari beberapa sumber informasi dan ... baca lagi sampai masuk tahap pengertian tapi belum tentu paham (jangan diterjemahkan ke bahasa Inggris, karena artinya akan mirip sekali bahkan tidak ada bedanya untuk konteks tertentu, tapi kita tidak membahas pelajaran bahasa sekarang ... )
begitu tahap pemahaman sudah berjalan, mendapatkan pengertian dari satu materi tertentu yang jadi tantangan. Karena hanya dengan dibantu penguasaan dan penerapan barulah bisa benar-benar terprogram di kepala. Istilah yang sering digunakan adalah 'hafal di luar kepala' karena sudah menjadi kebiasaan.
Biasanya tahapn tersebut berhenti sampai di situ terutama kalau hasil ujiannya sudah beres. Dalam hal ini, mungkin sudah ada CCNA, CCNP, CCIE, dlsb, tapi ada satu tahap yang hilang: pengembangan. Tahap ini kadang dilupakan orang karena mereka merasa proses belajarnya sudah selesai, bagi saya 5 tahap awal tersebut hanya menyumbang kurang dari 50% keberhasilan, baik di ujian maupun di pekerjaan. Dengan menyelesaikan siklus pada tahap ke-6 tersebut, barulah proses belajar bisa saya anggap selesai.
OK, teorinya cukup sampai di situ, prakteknya gimana?
Biasanya dalam persiapan belajar, saya usahakan ada dokumentasi yang cukup membantu dalam proses belajar. Dokumentasi ini mirip technical/ engineer's journal yang sering dipakai untuk mendata aktifitas kerja yang dilakukan oleh para 'engineer'. Di journal ini, biasanya saya buatkan daftar objektif ujian berdasarkan 'blue print' yang ada. Biasanya saya gunakan spreadsheet atau program yang mendukung data multi kolom. Jadi di beberapa baris paling kiri adalah daftar objektif dan sub-objektifnya, diikuti dengan tanggal 'ujian pribadi' dan hasilnya.
Dalam pembuatan data ujian pribadi ini, saya bagi menjadi dua kolom utama: tingkat keyakinan untuk topik tertentu dan hasil dari ujian pribadi berdasarkan sumber-sumber yang ada. Contoh: di CCIE written blue print ada topik tentang General Networking Theory yang berisi: OSI Models, General Routing Concepts, Standards, Protocol Mechanics dan Commands. Masing-masing sub-objektif tersebut saya berikan persentasi tingkat keyakinan. Kalau saya cuma pernah dengar, saya isi 0%. Pernah dengar dan baca tapi gak yakin tentang pengertian dlsb, saya isi 20%. Untuk yang pernah dengar, baca, praktek, dlsb tapi masih kurang yakin juga, saya isi antara 50% - 80%. Kalau memang yakin sekali sudah menguasai sub-objektif tersebut, saya isi 100%.
Terus hasil tersebut saya bandingkan dengan beberapa sumber. Salah satu yang cukup handal adalah menggunakan Boson (maaf, gak bermaksud iklan). Memang di Internet tinggal download dan crack, tapi saya memilih: untuk satu hal serius, kenapa gak investasikan saja sekalian? Tokh dalam waktu kurang dari 90 hari dari sejak beli pasti saya akan ujian. Jadi kalau sampai gagal, yah minta uang kembali saja. Kalau lulus, yah bagus, bisa dipakai sebagai referensi di masa mendatang :)
(Saya menebak pasti ada yang akan berkomentar: jelas aja beli yang asli, udah mampu ... dlsb). Saya memilih tidak berkomentar untuk pernyataan yang satu itu. Saya kembalikan kepada prinsip hidup masing-masing pembaca :)
Lanjut! .... Dari hasil ujian pribadi tersebut, nilainya akan terbagi juga untuk beberapa area tertentu yang mirip sekali dengan objektif/ sub-objektif tersebut, saya isikan ke spreadsheet tersebut untuk perbandingan dan evaluasi.
Paling tidak, dengan adanya panduan tersebut, saya bisa mengarahkan dan mengetahui area mana yang benar-benar perlu saya fokuskan untuk membaca lebih dalam. Mungkin ada buku baru yang mencakup semua topik, tapi kalau ada bahan yang sudah benar-benar muanthabbb! ngapain dibaca lagi? Daripada buang waktu, lebih baik baca area yang kurang begitu dikuasai, jadinya imbang tokh? Kalau masih ada waktu, area yang sudah muanthabbb itu silahkan dibaca juga supaya lebih muanthabbb-tabbb-tabbb :)
Balik ke tumpukan bacaan sebelum tidur ... OSPF, EIGRP, ATM .. Frame Relay ... ISDN .... IGMP ........ CGMP ......... grooookkk groookkkk ...
9 hari lagi menjelang ujian penentu untuk menjadi kandidat resmi CCIE lab
9 HARI LAGI!!!
Sejuah mana persiapan saya? Cukup banyak buku dan informasi yang sudah ditelan mentah-mentah. Ada yang pahit, ada yang masam, ada yang manis (karena sudah ada pengalaman dan pengetahuan selama bertahun-tahun), ada juga yang gak ada rasanya (karena mendadak blank).
Yang gak ada rasanya merupakan panduan saya untuk mengerti kalau informasi tersebut memang karena belum pernah saya pelajari (dan mungkin akan ditanyakan), atau sudah pernah dipelajari tapi lupa sama sekali (masih manusia, jadi wajar saja kalau lupa tokh?)
Untuk yang rasanya masam, biasanya karena ada pertanyaan yang jawabannya tidak sempurna semuanya. Contoh: hilang bagian dari perintah yang musti di ketik, 2 dari 3 pilihan benar, atau bahkan pilihan tersebut mirip tapi karena salah menginterpretasikan, jawabannya jadi salah (watch out, mate! you will be in danger for doing these mistakes way too much!)
Yang susah diterima adalah yang pahit: nyata-nyata pengalaman mengalami lain, tapi teori mengatakan lain. Tapi ... sejuah ini Cisco memang mengandalkan teori yang diterapkan ke/dari kenyataan. Jadi mungkin pengalaman saya yang 'cuma' sekian tahun itu tidak mencakup hal-hal baru yang tidak sempat saya alami. Contoh? IOS 12.3 atau bahkan IOS 'butut' 11.x yang masih juga ditanyakan.
Seperti halnya Microsoft dan CompTIA, hadapi saja kenyataan kalau di dunia ini, masih ada orang yang menggunakan Windows 3.0, tidak ada internet, atau bahkan masih menggunakan Windows Notepad untuk 'word processing'-nya
Sebagai kandidat CCIE, terutama Routing & Switching (R&S), memang dituntut untuk mengetahui sebagian besar teknologi, pengetahuan dan pengalaman di area ... apalagi ... Routing dan Switching. Syukurlah yang di luar itu akan dikecualikan dari kurikulum per Januari 2006. ISDN, IS-IS dan ATM akan menjadi sejarah bagi pemegang CCIE R&S :(
Melihat tanggal pembuatan blog ini dan kemungkinan tanggal saya ujian written CCIE R&S, pasti ada yang bertanya: kenapa gak nunggu sampai Januari 2006? Alasan saya mirip dengan kenapa saya mau jadi CCIE: kepuasan diri :) Banyak orang-orang yang cukup 'konyol' mengejar kepuasan diri sehingga terjadi hal-hal yang unik dan ajaib. Tapi, tanpa hal-hal tersebut, bagi segelintir orang-orang tertentu, hidup jadi kurang banyak variasi rasa, betul/ gak?
Bukan berarti dengan menjadi CCIE lantas saya puas dan berhenti. Kepuasan diri yang saya cari adalah: dengan menjadi CCIE, akhirnya
saya bisa berpuas diri untuk memulai petualangan menjadi salah satu 'ahli' (
Sekedar informasi saja, sepanjang hidup saya, selalu terbersit keinginan untuk bukan hanya menjadi seseorang yang tahu banyak tapi biasa-biasa saja. Contoh: saya pernah ikut pramuka, walaupun pernah menjadi PinRu, tapi jenjang 'sertifikasi' yang saya tempuh hanya yang pertama saja: Penggalang Ramu. Demikian juga dengan sisi akademis saya: Bachelor/ S1. Untuk Cisco, baru CCNA. Kalau ada yang memperhatikan polanya di sini: setiap jenjang keahlian dengan tiga pilihan (dan saya juga heran, kenapa sebagian besar selalu 3 jenjang), pasti saya hanya berhasil memegang yang awal/ pertama/ satu saja. Yang terjadi adalah: kehabisan waktu (sudah keburu lulus) atau bahkan memang tidak mampu untuk meneruskan (saya memilih untuk tidak bergantung dari orang tua maupun orang yang bisa membiayai, kecuali diri sendiri)
Kebetulan sekali tahun 2004, saya sudah memutuskan: dengan berpindah ke Australia untuk jangka panjang, saya bukan hanya 'ingin', tapi saya akan 'lakukan' apa yang selama ini menjadi rintangan saya untuk menjadi salah satu ahli di area tertentu, untuk Cisco: CCIE! Untuk area lain: kita tunggu tanggal mainnya. Yang pasti: Microsoft, CompTIA, SUN, Oracle dan MySQL sudah masuk daftar tunggu.
Syukurlah sejak berpindah cukup banyak waktu luang yang bisa saya manfaatkan dengan belajar, belajar dan belajar (gak lupa rest and relax tentunya ...).
Saya juga mau membagi tips bagi para pembaca yang mungkin mengalami nasib mirip dengan saya (kurang mampu dari sisi finansial). Saya dari dulu selalu mencari cara: bagaimana caranya saya bisa belajar A, B maupun C tanpa harus keluar biaya besar? Solusi yang paling mudah kalau berkaitan dengan software: download aja trus di crack. Tapi saya sudah merasakan pahitnya pengalaman itu: kurang lengkap dan sumbernya tidak bisa dipercaya 100%.
Yang menjadi kendala kalau berkaitan dengan hardware: mana bisa di hack? Paling mirip dengan simulasi (software lagi tokh?). Jadi bagaimana pemecahannya? Cari cara gimana supaya bisa bekerja di tempat yang mungkin bisa menyediakan fasilitas hardware tersebut.
Seandainya hanya diterima sebagai technical support yang tidak ada kaitannya dengan area yang mau saya pelajari (ini terjadi di Malaysia sebelum saya pindah ke Australia): perbanyak membaca! Jangan mentang-mentang akses internet bebas, malah download yang aneh-aneh. Download lah link ke website yang memberikan tips & trik untuk belajar ataupun informasinya, dll. Itu yang saya kerjakan. Diiringi juga dengan kerja yang benar dan tekun, di akhir sekian bulan (min 1 tahun), saya ajukan permohonan untuk menggunakan fasilitas kantor untuk belajar. Yang jadi pegangan: begitu selesai dipakai belajar, semua setting harus dikembalikan seperti semula. Ini sangat bagus dan membantu saya mengerti bagaimana mengganti (termasuk merusak) konfigurasi maupun hardware dan mengembalikannya menjadi normal kembali. Tidak sedikit pengalaman pahit yang terjadi, tapi dengan membiasakan 'backup config', sebagian besar hal-hal yang tidak diinginkan jadi bisa dikurangi
Kalau masih ada yang membaca sejauh ini, berarti memang niatan Anda untuk belajar lebih jauh sudah tertanam dan matang :)
Tips berikutnya: efisiensikan pembelian di hal-hal yang diperlukan saja. Contoh: gak perlu harus beli peralatan ini-itu kecuali kalau memang harus dan dipastikan menjamin kelulusan.
Saya gak bisa ngasih contoh detail untuk yang satu ini, karena kebutuhan setiap orang berbeda (begitu juga dengan alasan setiap orang untuk memberikan prioritas kebutuhan terhadap keadaan tertentu)
Sekarang saatnya kembali ke Boson CCIE test set yang sudah saya beli resmi dengan keyakinan ini akan membantu mempersiapkan ujian pemantapan kandidat CCIE lab. Saya juga diingatkan oleh salah satu rekan CCIE senior bahwa untuk written, Boson cukup membantu. Dan memang sewaktu percobaan written saya yang dulu, saya hanya mengandalkan 1 set Boson CCIE, dan hasilnya 69% dari 100% (nilai lulus minimum: 70%). Sekarang dengan bermodalkan 3 set ini, saya yakin bahwa nilai 70% ke atas sangatlah mungkin ;).
"count down to 9th day starts now ..."
"
hmmm ... sekarang sudah november 2005!!!
persiapan CCIE R&S yang selama ini dijalankan agak 'mereda'. koq bisa??? Kesibukan dan lain-lain cukup menyita waktu
alasan??? mungkin saja, tapi penyebab utama adalah: kontrol
saya masih ingat dengan kalimat singkat dari 'The Matrix': "... it is all in your mind ..."
saya sudah mencanangkan untuk benar-benar 'jadi' CCIE tahun 2006. kenapa saya memaksakan diri untuk jadi CCIE? kenapa saya betul-betul 'harus' jadi CCIE?
jawaban sederhananya: kepuasan diri
jawaban yang 'nggak sederhana:
memangnya sekarang 'nganggur'??? 'nggak tuh
jadi koq nyari 'pekerjaan'??? yang saya maksud adalah: kontrak profesional yang selama ini saya jalankan. siapa yang mau hire oran gyang 'cuma' bertitle S1 (degree/undergraduate), 'cuma' menyandang CCNA (walaupun CCNP-nya udah setengah jalan), 'cuma' punya beberapa titel professional yang 'umum', 'cuma' punya pengalaman 6 tahun di jaringan komputer tapi di luar Australia, 'cuma' punya pengalaman di bidang non-commercial dan gak bisa dibuktikan kalau hal tersebut bisa diterapkan di area komersial, dan sekian banyak 'cuma' lainnya yang mengakibatkan peluang mendapatkan kontrak hilang!!!
bikin gemes tokh!!! mau ngasih bukti??? jadilah 'pakar'
apakah dengan mendongkrak jadi CCIE menjamin saya mendapatkan kontrak? gak ada yang bisa menjamin!!! nah loh!!! koq bisa??? jadi buat apa capek-capek persiapan CCIE?
hal yang cukup sering saya temui begitu proses recruitment: mereka lihat 'kertas'-nya dulu, baru cari bukti sana-sini
di sini, begitu mereka melihat CCIE, MCSE, Citrix something, Java certified, dan lain-lain yang merupakan top-10 keinginan para orang-orang (perusahaan) yang perlu, sebagian besar mereka 'nggak melihat lagi berapa lama orang tsb udah menyandang 'gelar' tersebut
hal ini bisa dijadikan tips sedikit untuk pembaca yang mau mendapatkan tambahan daya tarik ke arah kemajuan: upgrade dulu, hasil belakangan :)
jadi: balik belajar lagi deh. tekunlah belajar dan bekerja untuk saat ini dan persiapkan untuk yang akan datang
akhirnya ... tugas-tugas yang tidak ada kaitannya dengan CCIE selesai sudah ... legaaaa!!! dan saya lulus!!!
seperti yang dijanjikan: saya memulai perjalanan menjadi CCIE di negeri kanguru
dari mana mulainya???
mulailah saya bongkar-bongkar buku persiapan CCIE yang pernah ada sejak 2003. 'nggak debuan sih, tapi udah agak berlokasi di pojokan dan mulai mengumpulkan debu
buku yang cukup membantu saya di attempt written saya yang terakhir adalah: Sybex, CCIE study guide-nya Todd Lammle. Sayangnya edisi bukunay adalah 2001, jadi cukup banyak evolusi teknologi internetwork yang terjadi sekarang
mulailah saya hunting buku dan berakhir untuk minimal update buku CCIE study guide tersebut ... dan ... bukunya belum di update!!! Itu hasil berburu buku di beberapa toko buku yang ada di daerah saya
sekedar informasi juga, saya sekarang bekerja sebagai tenaga pengajar di salah satu Cisco Network Academy (Local Academy), dan memang saya menganggap ini sebagai suatu berkah karena mereka memiliki perlengakapan lab yang bisa mempersiapkan beberapa skenario lab CCIE nanti
plus ... beberapa ISR 2800 akan datang dalam waktu beberapa minggu untuk melengkapi lab CCNP Routing ... hampir lengkap
saya akui kalau dana untuk membuat lab lengkap tersebut di luar jangkauan finansial saya.
solusi??? bawakan ide untuk menjadi CCIE ke atasan saya. tebak apa yang terjadi??? dia bingung!!!
'ngapain jadi CCIE kalo cuma ngajar di Cisco Academy dan kampus hanya menawarkan sampai CCNP?'. Saya jelaskan beberapa ide di balik CCIE itu sendiri dari sisi 'akademis' kampus ... tebak lagi???
beliau setuju!!!!
tapi bukan berarti dananya tidak terbatas, yang jadi kendala adalah: budget untuk tahun ini sudah habis :-(
solusi berikutnya???
saya minta ijin beliau memungkinkan penggunaan lab kampus untuk sarana latihan dll dan kemungkinan pengembangan lab untuk memenuhi kapasitas lab CCIE
proses kelanjutannya akan saya update lagi via blog ini ... untuk sementara waktu: TETAP SEMANGAT!!!
Sudah beberapa bulan terakhir ini saya terdaftar di milis ccieindo dan cukup banyak sekali aktifitas diskusi yang bermanfaat untuk membantu pengarahan dalam mencapai CCIE
TIDAK ADA YANG MUSTAHIL! JIKA ADA KEMAUAN, DI SITU ADA JALAN!!!
Saya optimis dengan adanya langkah awal dari para CCIE Indonesia (dan multi-CCIE), kemajuan IT Indonesia akan tersentuh untuk merambah naik lagi
Saya juga mendapatkan teguran dengan adanya berita baik tersebut. Bukan oleh siapa-siapa, tapi oleh saya sendiri.
Saya pernah menjanjikan ke beberapa orang bahwa bulan Agustus 2005 kembalinya saya untuk mengupayakan CCIE R&S saya yang terlupakan dulu. Saya belum CCIE, tapi (baru) written dan belum berhasil.
Hanya satu tekad yang terjadi sekarang: singkirkan hambatan yang ada dan kembalilah ke jalan yang benar (lho???)
Saat ini saya sedang menyelesaikan satu studi online di area pengajaran. Bukanlah kehendak saya untuk mengambil pelajaran ini, tapi (tadinya) saya melihat ada satu peluang yang bisa dimanfaatkan dengan menyelesaikannya: saya berhak untuk memberikan jasa pelatihan di Australia
Apa yang terjadi sekarang??? Begitu semuanya hampir rampung, terjadi perubahan dari departmen pendidikan Australia yang menyatakan jalur sertifikasi yang saya ambil tersebut akan tidak digunakan lagi sesudah 2005!!!!
kejadian ini mirip sekali dengan masa lalu di Indonesia yang selalu terjadi perubahan kurikulum setiap penggantian Menteri Pendidikan. Bedanya, di Australia, (umumnya) penggantian ini mengarah kepada konsolidasi dan efisiensi.
"Nasi setengah matang, sayang tidak dimakan ...", ungkapan yang paling mengena untuk kejadian sertifikasi tersebut. Saya hanya memilih 1 pilihan: selesaikan.