Mon Sep 11 01:46:02 EST 2006

singgah sebentar

Mungkin ada baiknya saya menepi sebentar di blog ini untuk memberikan update terkini.

Sejak kelulusan CCIE written terakhir (lihat posting sebelumnya), banyak perubahan yang cukup banyak dalam perjalanan CCIE saya ini.

Sebagian besar adalah anugerah dan berkat dari yang diatas, juga hibah tantangan dari-Nya yang sudah memberikan tanda kalau saya sudah siap untuk melangkah ke langkah yang lebih sulit.

Di tengah-tengah serunya saya mempersiapkan ujian lab CCIE ini, mendadak datang panggilan untuk membantu salah satu perusahaan otomotif yang cukup ternama. Jujurnya saya cukup terkejut, tapi saya merasa terhormat dan tertantang untuk memenuhi panggilan (undangan) ini. Begitu mulai, banyak juga kejutan yang saya alami, tapi semuanya saya lihat sebagai suatu jalan menantang yang membentang di hadapan saya untuk dilalui.

Untuk pengalaman saya selama ini sudah mencakup beberapa jenis client yang sulit, yang ini lebih sulit lagi karena operasional tidak boleh terganggu sama sekali selama jam kerja. Masih lebih mendingan dari pada lembaga finansial :)

Lalu ... seiring dengan berjalannya semester perkuliahan, datanglah kelas angkatan Agustus. Kelas ini unik karena 'dipaksa' bergabung dengan kelas Juni yang sudah berjalan. Saya sama sekali tidak keberatan mengajar tambahan, tapi apakah para siswa sanggup untuk mengikuti tantangan ini? Untunglah para siswa ini tergolong bisa mengikuti dengan baik, jadi mereka sekarang sudah satu gelombang dengan angkatan Juni.

Selama seminggu terakhir, pola belajar saya agak teracak. Penyebabnya: jadwal tambahan di luar dugaan untuk client. Cukup banyak jadwal yang semula direncanakan dengan baik mendadak terulur karena faktor yang sama sekali di luar dugaan/ kontrol. Apa daya, mau gak mau diikuti saja. Hasilnya, sejauh ini, cukup memuaskan di mata client. Di mata saya, masih banyak hal yang bisa dikembangkan.

Untuk 6-7 minggu mendatang, tantangan yang cukup besar sudah menanti di hadapan: persiapan ujian siswa, jadwal client, jadwal studi, dan lain-lain. Tak lupa ada liburan kecil yang merupakan 'hadiah' istri tercinta. Tapi liburan ini pun sudah di booking untuk stand by call. JAdi liburan ini gak bisa diharapkan untuk terlalu dinikmati, tapi paling tidak ada kesempatan untuk mendapatkan udara segar di tengah-tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari.


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Mon May 29 22:07:22 EST 2006

Akhirnya ...

... perjalanan menuju CCIE resmi dimulai.

Yak, hari in akhirnya lulus ujian written qualification :)

Perjalana yang eru dan penuh tantangan segera dimulai. Akankah saya emnyerah???


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Sat May 13 23:16:51 EST 2006

Ayo CCIE!!!

Kayak semboyan SCTV dulu yah??? Atau sampai sekarang masih dipakai? :)

Pasti ada yang bertanya-tanya, ada apa nih???

Tenang, berita gembiranya adalah: sudah dapat lampu hijau total dari 'Finance Manager' (aka: Istri) untuk full swing CCIE!!! Yiiihaaaaa!!!!

Tapi .... (deee ...) ada beberapa syarat yang terjadi:

  • Rencana beli rumah ditangguhkan sampai CCIE pertama ini beres
  • Time limit: Mid 2007
  • Bertahan dengan client dan pekerjaan yang sekarang. Rencana untuk nambah client maupun upgrade ke kerja full-time sementara ditangguhkan sampai CCIE beres

Gampang tokh??? Hehehe ... sementara menuju awal jadi CCIE, akan banyak pengorbanan yang terjadi: finansial dialihkan ke pembangunan lab di rumah, komitmen finansial yang tidak berubah (bagus itu!!!) dan ... waktu bersama istri yang akan berkurang banyak :(

Tapi, itu semua untuk kebaikan masa depan :) Jadi gak akan ada yang menyesal di kemudian hari :)


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Sun Apr 2 20:26:04 EST 2006

update

Halo, halo semua!!!

Wow, terakhir saya update blog ternyata lebih dari satu bulan yang lalu!

Apa yang terjadi selama ini? Buanyaaakkk:

Dapat client baru, hilang client lama, dapat ilmu baru, (sempat) patah semangat lama, dan sekian banyak hal baru dan lama yang entah datang maupun pergi.

Sekarang saya sedang terlibat di client baru yang meminta sebagian besar waktu saya di luar mengajar di TAFE untuk didedikasikan ke mereka. Mustinya pembaca berpikir, "wah beruntung yah", tapi tunggu dulu. Client yang baru ini punya sejarah yang tidak sedikit. Yang seru: client ini 'kehilangan' semua team teknisnya dan membangun ulang, seolah-olah, dari awal perusahaannya berdiri. Saya dari awal diminta jadi teknisi di tingkat dua.

Apa itu teknisi tingkat dua? (Level 2 Engineer). Sederhana saja, kalau teknisi tingkat 1 tidak bisa menangani, maka dialihtugaksn ke tingkat 2. Mudah tokh? Nah, cukup banyak teknisi tingkat 2 yang terkadang 'gatal' untuk membuat dirinya 'terkenal' diantara pelanggan yang menghubungi kantor. Saya kebalikannya, sebagai teknisi tingkat 2, saya lebih memilih untuk menangangi masalah yang diberikan, dicatat, dan diajarkan kembali ke teknisi tingkat 1 tersebut.

Apakah saya malas? Apakah saya menggunakan strategi? Apakah hal ini dikatakan menjalankan/ menghindari tanggung jawab? Semua itu tergantung pembaca yang memutuskan. Tapi, kalau tidak keberatan, berikut ini adalah apa yang menurut saya layak dan sebaiknya dijalankan untuk client (ataupun client dari client).

Kalau saya lebih memilih menangani semuanya sendiri dan tidak di ajarkan kembali ke teknisi tingkat 1, maka di ujung hari saya sendiri yang akan kelimpungan dan perusahaan akan merasa, sebaiknya saya dimasukkan ke teknisi tingkat 1,5 :) (baca: supervisor dari teknisi tingkat 1). Hal ini tentu bukanlah prinsip saya dalam terlibat dari awal dengan satu perusahaan. Prinsip saya: client butuh saya untuk memberikan perubahan yang berarti di perusahaan (client) selama saya di kontrak. Jadi kalau saya memilih terlibat, maka itu sama saja dengan saya tidak menjalankan apa yang saya janjikan (ataupun diminta) client.

Faktor berikutnya, kalau saya mengajarkan teknisi tingkat 1 tersebut dengan cara men-support client dari pengalaman yang terjadi, dan lain sebagainya, maka merek ajuga akan ikut berkembang dan kalau satu hari kontrak saya sudah habis dan perusahaan merasa cukup menggunakan jasa saya, maka perusahaan tidak akan merasa kehilangan maupun berusaha menahan saya. Saya akui tidak banyak pekerja yang berpikir ke arah sini. Lah, koq saya mikirnya begini? Tujuan saya hanya satu, memang saya juga ingin terkenal di antara client, tapi lebih seru kalau yang kenal adalah orang-orang atas dari para client tersebut, betul/ gak? Jadi lepas dari satu perusahaan dan selama keterlibatan tersebut saya menghasilkan sesuatu yang memang berguna untuk mereka (client), maka kekuatan referensi akan menjadi sarana promosi yang sangat efisien. Tapi kablikannya juga bisa terjadi, kalau hasil kerja saya dianggap 'buruk', maka client juga bisa mempengaruhi client lagi dengan promosi yang tidak mendukung.

Jadi gimana dong? Saya hanya menjalankan tugas, kalau memang tujuan yang saya kerjakan baik dab benar, untuk apa khawatir dengan hal tersebut? Jalankan saja pekerjaan yang sudah seharusnya dijalankan, untuk apa berpikir maupun khawatir dengan kejadian buruk yang belum tentu terjadi? Memang tidak ada salahnya berjaga-jaga dan berhati-hati (perlu itu!) Tapi lebih baik lagi kalau ditunjang dengan hasil yang melebihih harapan client.

Update hari ini seperti cukup yah? Paling tidak bagi pembaca yang inging menjalankan usaha di area 'IT Professional Service' bisa mengetahui apa yang saya alami selama ini di area yang sama.

Semoga membantu dan sampai jumpa lagi di lain kesempatan via blog yang sama :)


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Mon Feb 6 15:20:24 EST 2006

puji syukur

Amin, amin ...

Permintaan saya untuk mendapatkan 'inspection copy' dari para penerbit buku untuk persiapan CCIE sudah ada titik terang sedikit.

Dari 6 buku yang diminta, 2 diantaranya sudah sampai. Horeeee!!!

Tinggal 4 buku lagi yang kebetulan kehabisan dari pihak percetakan

Semoga semuanya berjalan lancar :)


Posted by Dwi Chandra | Permalink | Categories: CCIE Journey

Tue Jan 31 22:06:57 EST 2006

let the battle begins (again)!

Hari ini: 31 Januari 2006. Persiapan kembali untuk mengambil CCIE R&S Written dijadikan agenda sehari-hari lagi.

Saya akan berterus terang saja tentang keadaan saya sekarang dan apa yang menjadi fokus saya untuk ujian written berikutnya

Sudah satu tahun lebih sedikit saya pindah ke Australia dengan kebulatan tekad menulis ulang lembaran hidup bersama istri saya di tanah harapan ini

Saat kami berdua mempersiapkan segalanya: Permanent Residency (PR), lokasi, tempat tinggal dll, kami berdua penuh semangat dan berangan-angan bahwa di tanah inilah kami berdua akan menghabiskan hidup (tenang, umur saya dan istri saya baru 30 sekian :) )

Kami sepakat bahwa siapapun yang mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu, akan berangkat dan di negara bagian itulah kami berdua akan memulai hidup yang sudah lama diidam-idamkan

Istri saya ternyata diterima lebih dahulu. Seperti kesepakatan yang sudah kami buat berdua, dia berangkat duluan dan saya membereskan di tempat awal sebelum menyusul dia. Sampai detik terakhir saya berangkat, masih belum ada pekerjaan yang berjodoh dengan saya.

Apa ide? Pindah ke 'Plan B', buka usaha sambil mencari kerja. Banyak orang mengatakan bahwa ini strategi yang gila, nekat, beresiko dan lain-lain. Ditambah 'pengalaman' orang-orang tersebut, bahwa sekali keputusan dibuat untuk terjun ke self-employed, gak akan ada jalan lagi untuk kembali jadi 'karyawan'.

Empat bulan lebih saya menganggur sampai akhirnya saya berhasil 'bangun' dan memutuskan "tunggu dulu ... nasib saya bukan ditakdirkan jadi pengangguran! Saya punya kualifikasi yang termasuk di atas rata-rata dan jarang dimiliki orang. Pengalaman ada, jadi targetnya cuma satu: cari kerja yang ada hubungannya dengan kualifikasi dan pengalaman saya, pekerjaan tersebut bisa membantu saya melangkah mendekati CCIE (multiple), penghasilannya tidak harus stabil asalkan cukup untuk menambah kepulan dapur yang mulai agak kurang mengepul

Oh ya, selama 4 bulan 'nganggur' tersebut, saya cukup bersyukur juga karena setup small business sebagai VAR dan System Integrator berjalan cukup lancar tanpa keluar modal yang luar biasa besar. Memang ada efek sampingnya: kelancaran small business-nya juga tidak bisa diharapkan langsung wusss :)

Ternyata memang yang namanya sabar itu perlu dibiasakan. Tidak berapa lama dari link ke vendor terjalin (tapi masih nihil client), saya diminta mengajar di salah satu Cisco Academy yang jaraknya hanya 15 menit jalan kaki dari tempat saya tinggal. Amin! Yess!!!

Kenapa saya senang? Akses alat ada, akses sumber belajar ada plus karena link ke vendor, akses sebagai Cisco partner juga ada. Semuanya terjadi di saat yang sepertinya sudah ditentukan.

Intermezzo sedikit, saya teringat untuk menulis blog ini di tengah-tengah pembuatan 'project management' untuk ujian CCIE R&S yang harus beres tahun 2006 ini.

Mungkin ada diantara pembaca yang mengatakan saya masih beruntung, saya akui memang saya merasa beruntung dan bersyukur sekali karena kebutuhan saya dipenuhi secara 'sukarela' dari orang-orang di sekeliling saya.

Tapi .... secara finansial saya mengorbankan beberapa hal. Peralatan lab masih belum bisa dibeli dulu (walaupun ada tawaran dari Cisco untuk setup lab dengan harga nyaris 70% off RRP), tapi saya belum mampu untuk itu. Ada komitmen lain yang sudah saya sepakati dengan istri saya: memiliki tempat tinggal tetap dulu baru bisa lebih leluasa sesudahnya.

koq bisa? tempat saya sekarang masih sewa (kost???) dan kalau main pasang peralatan lab, server, dll yang bertujuan untuk bisnis maupun persiapan lab saya, pemiliknya bisa mencak-mencak nantinya. JAdi yah ... bersabar dulu

Sementara ini modal belajar saya cuma: buku-buku yang sudah pernah di beli sebelumnya, buku-buku pinjaman (karena gak berhasil mendapatkan di toko buku maupun faktor harga total). Untungnya di tempat kerja, refernsi buku cukup ada (gak masalah tahun terbitnya cetakan pertama sekalipun), tujuannya adalah memantapkan kembali dasar-dasar teknologi jaringan komputer yang selama ini terbangun hanya via pengalaman 'barbarian' / koboy

Ada juga keberuntungan yang terjadi sekitar awal Januari 2006. Ada kenalan saya yang hendak 'membuang' komputer lama mereka. Total sekitar 12 - 15 buah. Sesudah saya periksa, mereka 'memaksa' saya mengambil semuanya. Sayangnya tempat tinggal tidak memungkinkan. Jadi saya hanya berujung mengangkut 3 unit dan isinya kanibal dari 12 - 15 komputer tersebut. Lumayan ok juga: Pentium II/333MHz, RAM 192, Harddisk 2x4GB (beneran, Giga Bytenya cuma satu digit), 4 NIC.

Ada lagi 1 unit yang cukup unik keadaanya. Di casingnya tertulis IBM dengan logo Intel Pentium 4. Karena tidak sempat diperiksa lagi dan sudah dipaksa ambil yah saya bawa pulang. Sampai di rumah: gak bisa hidup! Spec? Pentium 4/ 1.6GHz (non-HT), 256MB, 40GB HDD, grafic cardnya saya kasih nVidia yang nganggur. Tapi gak bisa hidup!!! Usut punya usut, ternyata elco dari AVR-nya over current. Ide? Gampang, solder lepas kedua elco tsb dan diganti dengan kapasitas yang lebih besar sedikit (1500uF ke 2200uF). Sesudah dicolok ... pluk ... hidup! Amin ...

Dengan modal sedikit untuk tambal ini itu, jadilah lab Cisco 'maksa' di tempat tinggal sekarang. Plus ... ada lagi keberuntungan lainnya: saya diijinkan meminjam Cisco 1700 yang tidak terpakai dari kantor. Cuma 1 biji, tapi lebih dari cukup untuk latihan EIGRP di-redist ke para gerombolan PC router ini :)

Saya mungkin masih termasuk beruntung, tapi keadaan saya tergolong tidak memungkinkan untuk persiapan CCIE R&S yang memutuhkan pengalaman, kecepatan konfigurasi, keintiman dengan peralatan Cisco, kebiasaan melakukan konfigurasi, dll. Pengalaman!!! Modal saya cuma di lingkungan campus switching yang terakhir saya pegang bulan Oktober 2004. Pengalaman sekarang? boleh dikatakan nihil selama 12 bulan terakhir. Tapi ... (ada aja tapinya nih orang ...) saya akui persiapan CCNA saya yang dulu sekali sangat berharga. Walaupun tidak berhasil langsung lulus di satu kali ujian, tapi karena hal tersebut, dasar-dasar CCNA jadi benar-benar melekat dan pengembangannya di area switching dan sedikit routing, wireless dan security sangat membantu kebiasaan jari-jari saya dalam mengetik perintah-perintah IOS, analisa/ troubleshooting, dll. Saya hanya berharap semoga apa yang ada sekarang tidak langsung hilang begitu saja.

Tambahan lagi, di tempat kerja juga sudah upgrade peralatannya ke Cisco seri 2800, jadi paling gak kalau nanti ikutan lab CCIE gak kampungan karena baru pertama kali ketemu sama ISR-nya Cisco :)

Kembali ke persiapan, mungkin ada yang tahu dan pernah wanti-wanti ke saya untuk gak maju ke written kalau gak siap. Saya mengorbankan satu ujian written (attempt ke-2) karena beberapa alasan: update ujian terakhir (memang beda sekali dengan first attempt), lingkungan dan keadaan ujian dan yang cukup penting: isi ujian dan di mana kelemahan saya dari sudut pandang Cisco. Sakit sih hilang dana sebesar satu kali ujian written, tapi lebih baik begitu dan saya jadi tahu dari pada sudah berasa siap sekali dan malah gagal juga karena kaget dengan isi ujian yang tidak terduga tersebut.

Jadi, 28 hari ke depan, saya fokuskan menggembleng isi otak ini untuk bisa mengolah segala jenis informasi yang akan ditanyakan saat ujian nanti. Kapan ujiannya? sesudah 28 hari tersebut

Selama awal Januari sampai akhir Feburari, saya masih off dari kerja (dan tidak digaji, karena status saya hanya part-time). Bisnis? terpaksa agak diredakan aktifitas mencari client-client baru. Cukup jaga client-client yang sekarang dan bikin mereka senang, sementara ini cukup.

CCIE adalah tujuan saya.


Posted by Dwi Chandra | Permalink | Categories: CCIE Journey

Fri Jan 27 23:26:06 EST 2006

Ujian CCIE ulang! (CCIE exam - the total rewrite)

Nyaris satu bulan yang lalu saya menempuh ujian CCIE written untuk yang kedua kalinya dan masih belum berhasil lulus.

Mungkin karena sudah 'terbiasa' gagal ujian di kali pertama, rasa sakitnya tidak begitu terasa. Yang lebih sakit adalah kantong :)

Analisa selama satu bulan terakhir ini mengenai metode belajar menunjukkan bahwa: slot belajar harus di ganti menjadi lebih intensif seperti waktu saya mau mengambil ujian CCNA dulu, area yang mau dipelajari juga harus di pecah sampai sedetil mungkin untuk memastikan landasannya sudah dipahami luar-dalam, dan ... mengorbankan kesenangan yang sekarang ada dengan mengurangi tingkat santai sehari-hari.

Ini bukan berarti saya akan meluluuuu belajar di sela waktu sengang walau sekian detik/ menit. Tapi, begitu ada waktu senggang yang bisa saya atur (kontrol), saya lebih memastikan itu digunakan untuk belajar.

Salah satu pengorbanan yang harus diambil adalah: mengurangi aktifitas bisnis IT yang sedang saya bangun. Secara keseluruhan, saya tidak melihat akan terjadi kerugian yang berarti, yang perlu dipastikan adalah: apa yang ada sekarang tidak berkurang. Penambahan??? Masih dipikir-pikir dulu.


Secara garis besar, beberapa hal yang bisa saya andalkan akan saya usahakan tidak terlepas: akses lab yang sudah memadai dan bisa diatur, akses CCO yang cukup lebar, akses peralatan tambahan yang diperlukan juga selalu siap kalau mau, akses bahan bacaan yang saya rasa juga lebih dari cukup.

Kalo gitu apa yang kurang? Fokus ...

Fokus yang sekarang (dan terakhir ujian written) masih kurang. Masih ada yang kurang terkonsentrasi untuk melewati ujian CCIE written.

Fokus ... fokus ... saya akan lebih fokus ...


Posted by Dwi Chandra | Permalink | Categories: CCIE Journey

Fri Dec 23 02:07:11 EST 2005

.. dan hasilnya ...

Masih perlu belajar lagi :)

Sakit sih, tapi dari percobaan ujian ini saya jadi lebih tahu area mana yang telah banyak berubah dan area mana yang lebih di fokuskan untuk dipelajari

Saya akui, perubahan yang dilakukan pada ujian CCIE written ini sudah 'melepas' sisi akademis dari pengetahuan Cisco secara umum. Sebagian besar pertanyaannya mengarah ke praktek dan pembantu menjawab pertanyaan hanyalah pengalaman dan latihan (di samping belajar teorinya)

"Gagal itu hal biasa, tidak pernah gagal memang luar biasa, selalu gagal: Anda yakin Anda biasa?"


Posted by Dwi Chandra | Permalink | Categories: CCIE Journey

Mon Dec 19 17:52:29 EST 2005

besok!

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Besok, pk 14:30 ... penentuan saya untuk menjadi kandidat resmi CCIE R&S terjadi!

Wish me luck ;-)


Posted by Dwi Chandra | Permalink | Categories: CCIE Journey

Wed Dec 14 22:53:18 EST 2005

the time is closer

... hitungan hari untuk memastikan saya menjadi kandidat resmi CCIE R&S semakin mendekat!

Sudah cukup banyak brain drill yang saya kerjakan, cukp banyak buku dan referensi yang dibuka, cukup banyak waktu yang harus dialokasikan untuk benar-benar berkonsentrasi ...

Uniknya, selama masa-masa persiapan tersebut, saya masih sempat untuk nonton tv, mengunjungi client yang memerlukan bantuan, mengajar, dll

Sempat timbul pertanyaan di dalam hati saya "Apakah persiapan yang saya kerjakan ini benar?". Ada beberapa rekan CCIE dan rekan-rekan IndoCisco senior yang memberikan acuan dan arahan dan saya berterima kasih banyak atas bantuan mereka dalam mengarahkan langkah saya dalam mempersiapkan ujian kualifikasi ini. (maaf, untuk sementara nama dan kredit akan diberitahukan kemudian begitu saya sudah berhasil melalui tahap kualifikasi ini)

Apakah saya memerlukan 'good luck' dari para pembaca? Tentu saja! Apakah saya juga tetap berdoa dan berserah? Pasti! Apakah saya juga akan pasrah dengan keadaan ujian nanti? Belkum tentu :)

Saya yakin bahwa saya sudah cukup mempersiapkan diri. Saya yakin bahwa saya akan mampu mengerjakan ujian dan melakukan analisa yang diperlukan dalam menjawab soal-soal ujain tersebut.

Saya juga melatih dalam alokasi waktu: dari 120 menit yang akan saya dapat, berapa lama akan saya habiskan untuk membaca, berpikir, menganalisa dan menjawab setiap pertanyaan? yang pasti metodenya tidak seperti persiapan fisik olah raga yang memerlukan kecepatan waktu, kakuratan hasil, maupun nomor 1. Yah, kalau mungkin mengapa tidak?

Yang saya jadikan acuan: ketelitian, efisiensi waktu dan kepastian dalam memberikan jawaban, itu saja

Ujian ini sudah saya impikan untuk dilalui dengan sukses sehingga saya bisa memulai perjalanan saya sebagai seorang CCIE ;)

Saya yakin .. semuanya akan berjalan lancar. Saya yakin saya akan bisa menggunakan waktu yang ada seoptimal mungkin. Saya yakin bahwa hasil dari ujian ini bukanlah penentu berhasil atau gagalnya studi saya. Saya yakin, saya akan melalui ujian kualifikasi ini dengan baik.

Saya akui bahwa saya bukanlah orang hebat (pintar, genius, dlsb) maupun rajin. Saya hanya mengupayakan yang terbaik yang bisa saya lakukan.

Satu hal yang saya pegang dalam menjalankan segala jenis situasi (ujian, pertemuan/ meeting, games, dlsb): enjoy aja lagi :) Kalau saya menikmati/ enjoy dalam menjalankan prosesnya, hasilnya akan menjadi baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya :) Itu sudah saya buktikan ratusan kali dalam perjalanan hidup saya.

'Mind control' juga akan digunakan sebaik mungkin.

  • Bukan 'koq pertanyaannya susah begini?' melainkan 'bagaimana saya bisa mengerti pertanyaan ini?'
  • Bukan 'walah, saya gak ingat!' melainkan 'wah, ini sempat dibaca, bagaimana cara memilih jawaban yang (mungkin) benar?'
  • Bukan 'aduh! ini kahn sempat saya baca, masak gak ingat sih jawabannya!' melainkan 'hahaha ... ini sempat saya baca, bagaimana saya bisa memilih jawaban yang (mungkin) benar'

... dan masih banyak lagi kemungkinan saya untuk tetap bertahan dalam mengontrol pikiran saya untuk terfokus pada ujian dan mencari jawaban

Kita lihat saja hasilnya :) Saya akan menjalankan ujian tersebut dengan kenikmatan menjalani ujian :)

"Gila kali nih orang, ujian koq dinikmati?" Silahkan Anda yang memutuskan, Anda mau memilih untuk menikmati hidup atau meratapi hidup?


Posted by Dwi Chandra | Permalink | Categories: CCIE Journey

Thu Nov 24 00:08:02 EST 2005

re-schedule

Arrrggghhh ... rencana ujian yang dijadwalkan tanggal 29 November, terpaksa diundur ke bulan Desember. Sebaiknya saya tidak cantumkan tanggalnya, daripada ada halangan lagi :)

Dilihat secara keseluruhan, ada bagusnya juga bukan tanggal 29 Nov ini, sebab beberapa area yang dulu lemah masih belum juga menguat banyak. Untuk area yang dulunga kuat sekali (switching) juga mengalami penurunan. Jadi secara luas, ada baiknya ujiannya ditunda sampai materi yang lemah tersebut benar-benar dikuasai. Target sih gak muluk-muluk, 80% udah ok :)

Ada satu tip belajar yang mau saya bagikan.

Biasanya untuk persiapan ujian, kadang memang agak susah ditebak pertanyaan mana yang akan lebih banyak ditanyakan. Ujian Cisco juga tidak berbeda jauh, tapi dengan adanya blue print dari ujian, para kandidat jadi lebih bisa mempersiapkan diri untuk area pengetahuan yang akan ditanyakan.

Saya membagi proses belajar yang saya alami menjadi beberapa tahap:

  1. Penyerapan
  2. Pengertian
  3. Pemahaman
  4. Penguasaan
  5. Penerapan
  6. Pengembangan

Di tahap penyerapan, sebagian aktifitas yang terlibat adalah: baca, baca dan baca. Ditambah dengan mencari beberapa sumber informasi dan ... baca lagi sampai masuk tahap pengertian tapi belum tentu paham (jangan diterjemahkan ke bahasa Inggris, karena artinya akan mirip sekali bahkan tidak ada bedanya untuk konteks tertentu, tapi kita tidak membahas pelajaran bahasa sekarang ... )

begitu tahap pemahaman sudah berjalan, mendapatkan pengertian dari satu materi tertentu yang jadi tantangan. Karena hanya dengan dibantu penguasaan dan penerapan barulah bisa benar-benar terprogram di kepala. Istilah yang sering digunakan adalah 'hafal di luar kepala' karena sudah menjadi kebiasaan.

Biasanya tahapn tersebut berhenti sampai di situ terutama kalau hasil ujiannya sudah beres. Dalam hal ini, mungkin sudah ada CCNA, CCNP, CCIE, dlsb, tapi ada satu tahap yang hilang: pengembangan. Tahap ini kadang dilupakan orang karena mereka merasa proses belajarnya sudah selesai, bagi saya 5 tahap awal tersebut hanya menyumbang kurang dari 50% keberhasilan, baik di ujian maupun di pekerjaan. Dengan menyelesaikan siklus pada tahap ke-6 tersebut, barulah proses belajar bisa saya anggap selesai.

OK, teorinya cukup sampai di situ, prakteknya gimana?

Biasanya dalam persiapan belajar, saya usahakan ada dokumentasi yang cukup membantu dalam proses belajar. Dokumentasi ini mirip technical/ engineer's journal yang sering dipakai untuk mendata aktifitas kerja yang dilakukan oleh para 'engineer'. Di journal ini, biasanya saya buatkan daftar objektif ujian berdasarkan 'blue print' yang ada. Biasanya saya gunakan spreadsheet atau program yang mendukung data multi kolom. Jadi di beberapa baris paling kiri adalah daftar objektif dan sub-objektifnya, diikuti dengan tanggal 'ujian pribadi' dan hasilnya.

Dalam pembuatan data ujian pribadi ini, saya bagi menjadi dua kolom utama: tingkat keyakinan untuk topik tertentu dan hasil dari ujian pribadi berdasarkan sumber-sumber yang ada. Contoh: di CCIE written blue print ada topik tentang General Networking Theory yang berisi: OSI Models, General Routing Concepts, Standards, Protocol Mechanics dan Commands. Masing-masing sub-objektif tersebut saya berikan persentasi tingkat keyakinan. Kalau saya cuma pernah dengar, saya isi 0%. Pernah dengar dan baca tapi gak yakin tentang pengertian dlsb, saya isi 20%. Untuk yang pernah dengar, baca, praktek, dlsb tapi masih kurang yakin juga, saya isi antara 50% - 80%. Kalau memang yakin sekali sudah menguasai sub-objektif tersebut, saya isi 100%.

Terus hasil tersebut saya bandingkan dengan beberapa sumber. Salah satu yang cukup handal adalah menggunakan Boson (maaf, gak bermaksud iklan). Memang di Internet tinggal download dan crack, tapi saya memilih: untuk satu hal serius, kenapa gak investasikan saja sekalian? Tokh dalam waktu kurang dari 90 hari dari sejak beli pasti saya akan ujian. Jadi kalau sampai gagal, yah minta uang kembali saja. Kalau lulus, yah bagus, bisa dipakai sebagai referensi di masa mendatang :)

(Saya menebak pasti ada yang akan berkomentar: jelas aja beli yang asli, udah mampu ... dlsb). Saya memilih tidak berkomentar untuk pernyataan yang satu itu. Saya kembalikan kepada prinsip hidup masing-masing pembaca :)

Lanjut! .... Dari hasil ujian pribadi tersebut, nilainya akan terbagi juga untuk beberapa area tertentu yang mirip sekali dengan objektif/ sub-objektif tersebut, saya isikan ke spreadsheet tersebut untuk perbandingan dan evaluasi.

Paling tidak, dengan adanya panduan tersebut, saya bisa mengarahkan dan mengetahui area mana yang benar-benar perlu saya fokuskan untuk membaca lebih dalam. Mungkin ada buku baru yang mencakup semua topik, tapi kalau ada bahan yang sudah benar-benar muanthabbb! ngapain dibaca lagi? Daripada buang waktu, lebih baik baca area yang kurang begitu dikuasai, jadinya imbang tokh? Kalau masih ada waktu, area yang sudah muanthabbb itu silahkan dibaca juga supaya lebih muanthabbb-tabbb-tabbb :)

Balik ke tumpukan bacaan sebelum tidur ... OSPF, EIGRP, ATM .. Frame Relay ... ISDN .... IGMP ........ CGMP ......... grooookkk groookkkk ...


Posted by Dwi Chandra | Permalink | Categories: CCIE Journey

Sun Nov 20 20:32:18 EST 2005

CCIE Journey Update

9 hari lagi menjelang ujian penentu untuk menjadi kandidat resmi CCIE lab

9 HARI LAGI!!!

Sejuah mana persiapan saya? Cukup banyak buku dan informasi yang sudah ditelan mentah-mentah. Ada yang pahit, ada yang masam, ada yang manis (karena sudah ada pengalaman dan pengetahuan selama bertahun-tahun), ada juga yang gak ada rasanya (karena mendadak blank).

Yang gak ada rasanya merupakan panduan saya untuk mengerti kalau informasi tersebut memang karena belum pernah saya pelajari (dan mungkin akan ditanyakan), atau sudah pernah dipelajari tapi lupa sama sekali (masih manusia, jadi wajar saja kalau lupa tokh?)

Untuk yang rasanya masam, biasanya karena ada pertanyaan yang jawabannya tidak sempurna semuanya. Contoh: hilang bagian dari perintah yang musti di ketik, 2 dari 3 pilihan benar, atau bahkan pilihan tersebut mirip tapi karena salah menginterpretasikan, jawabannya jadi salah (watch out, mate! you will be in danger for doing these mistakes way too much!)

Yang susah diterima adalah yang pahit: nyata-nyata pengalaman mengalami lain, tapi teori mengatakan lain. Tapi ... sejuah ini Cisco memang mengandalkan teori yang diterapkan ke/dari kenyataan. Jadi mungkin pengalaman saya yang 'cuma' sekian tahun itu tidak mencakup hal-hal baru yang tidak sempat saya alami. Contoh? IOS 12.3 atau bahkan IOS 'butut' 11.x yang masih juga ditanyakan.

Seperti halnya Microsoft dan CompTIA, hadapi saja kenyataan kalau di dunia ini, masih ada orang yang menggunakan Windows 3.0, tidak ada internet, atau bahkan masih menggunakan Windows Notepad untuk 'word processing'-nya

Sebagai kandidat CCIE, terutama Routing & Switching (R&S), memang dituntut untuk mengetahui sebagian besar teknologi, pengetahuan dan pengalaman di area ... apalagi ... Routing dan Switching. Syukurlah yang di luar itu akan dikecualikan dari kurikulum per Januari 2006. ISDN, IS-IS dan ATM akan menjadi sejarah bagi pemegang CCIE R&S :(

Melihat tanggal pembuatan blog ini dan kemungkinan tanggal saya ujian written CCIE R&S, pasti ada yang bertanya: kenapa gak nunggu sampai Januari 2006? Alasan saya mirip dengan kenapa saya mau jadi CCIE: kepuasan diri :) Banyak orang-orang yang cukup 'konyol' mengejar kepuasan diri sehingga terjadi hal-hal yang unik dan ajaib. Tapi, tanpa hal-hal tersebut, bagi segelintir orang-orang tertentu, hidup jadi kurang banyak variasi rasa, betul/ gak?

Bukan berarti dengan menjadi CCIE lantas saya puas dan berhenti. Kepuasan diri yang saya cari adalah: dengan menjadi CCIE, akhirnya saya bisa berpuas diri untuk memulai petualangan menjadi salah satu 'ahli' () di area tertentu.

Sekedar informasi saja, sepanjang hidup saya, selalu terbersit keinginan untuk bukan hanya menjadi seseorang yang tahu banyak tapi biasa-biasa saja. Contoh: saya pernah ikut pramuka, walaupun pernah menjadi PinRu, tapi jenjang 'sertifikasi' yang saya tempuh hanya yang pertama saja: Penggalang Ramu. Demikian juga dengan sisi akademis saya: Bachelor/ S1. Untuk Cisco, baru CCNA. Kalau ada yang memperhatikan polanya di sini: setiap jenjang keahlian dengan tiga pilihan (dan saya juga heran, kenapa sebagian besar selalu 3 jenjang), pasti saya hanya berhasil memegang yang awal/ pertama/ satu saja. Yang terjadi adalah: kehabisan waktu (sudah keburu lulus) atau bahkan memang tidak mampu untuk meneruskan (saya memilih untuk tidak bergantung dari orang tua maupun orang yang bisa membiayai, kecuali diri sendiri)

Kebetulan sekali tahun 2004, saya sudah memutuskan: dengan berpindah ke Australia untuk jangka panjang, saya bukan hanya 'ingin', tapi saya akan 'lakukan' apa yang selama ini menjadi rintangan saya untuk menjadi salah satu ahli di area tertentu, untuk Cisco: CCIE! Untuk area lain: kita tunggu tanggal mainnya. Yang pasti: Microsoft, CompTIA, SUN, Oracle dan MySQL sudah masuk daftar tunggu.

Syukurlah sejak berpindah cukup banyak waktu luang yang bisa saya manfaatkan dengan belajar, belajar dan belajar (gak lupa rest and relax tentunya ...).

Saya juga mau membagi tips bagi para pembaca yang mungkin mengalami nasib mirip dengan saya (kurang mampu dari sisi finansial). Saya dari dulu selalu mencari cara: bagaimana caranya saya bisa belajar A, B maupun C tanpa harus keluar biaya besar? Solusi yang paling mudah kalau berkaitan dengan software: download aja trus di crack. Tapi saya sudah merasakan pahitnya pengalaman itu: kurang lengkap dan sumbernya tidak bisa dipercaya 100%.

Yang menjadi kendala kalau berkaitan dengan hardware: mana bisa di hack? Paling mirip dengan simulasi (software lagi tokh?). Jadi bagaimana pemecahannya? Cari cara gimana supaya bisa bekerja di tempat yang mungkin bisa menyediakan fasilitas hardware tersebut.

Seandainya hanya diterima sebagai technical support yang tidak ada kaitannya dengan area yang mau saya pelajari (ini terjadi di Malaysia sebelum saya pindah ke Australia): perbanyak membaca! Jangan mentang-mentang akses internet bebas, malah download yang aneh-aneh. Download lah link ke website yang memberikan tips & trik untuk belajar ataupun informasinya, dll. Itu yang saya kerjakan. Diiringi juga dengan kerja yang benar dan tekun, di akhir sekian bulan (min 1 tahun), saya ajukan permohonan untuk menggunakan fasilitas kantor untuk belajar. Yang jadi pegangan: begitu selesai dipakai belajar, semua setting harus dikembalikan seperti semula. Ini sangat bagus dan membantu saya mengerti bagaimana mengganti (termasuk merusak) konfigurasi maupun hardware dan mengembalikannya menjadi normal kembali. Tidak sedikit pengalaman pahit yang terjadi, tapi dengan membiasakan 'backup config', sebagian besar hal-hal yang tidak diinginkan jadi bisa dikurangi

Kalau masih ada yang membaca sejauh ini, berarti memang niatan Anda untuk belajar lebih jauh sudah tertanam dan matang :)

Tips berikutnya: efisiensikan pembelian di hal-hal yang diperlukan saja. Contoh: gak perlu harus beli peralatan ini-itu kecuali kalau memang harus dan dipastikan menjamin kelulusan.

Saya gak bisa ngasih contoh detail untuk yang satu ini, karena kebutuhan setiap orang berbeda (begitu juga dengan alasan setiap orang untuk memberikan prioritas kebutuhan terhadap keadaan tertentu)

Sekarang saatnya kembali ke Boson CCIE test set yang sudah saya beli resmi dengan keyakinan ini akan membantu mempersiapkan ujian pemantapan kandidat CCIE lab. Saya juga diingatkan oleh salah satu rekan CCIE senior bahwa untuk written, Boson cukup membantu. Dan memang sewaktu percobaan written saya yang dulu, saya hanya mengandalkan 1 set Boson CCIE, dan hasilnya 69% dari 100% (nilai lulus minimum: 70%). Sekarang dengan bermodalkan 3 set ini, saya yakin bahwa nilai 70% ke atas sangatlah mungkin ;).

"count down to 9th day starts now ..."

"It is all in your mind" - Morpheus


Posted by Dwi Chandra | Permalink | Categories: CCIE Journey

Tue Nov 2 00:01:19 EST 2005

persiapan CCIE ...

hmmm ... sekarang sudah november 2005!!!

persiapan CCIE R&S yang selama ini dijalankan agak 'mereda'. koq bisa??? Kesibukan dan lain-lain cukup menyita waktu

alasan??? mungkin saja, tapi penyebab utama adalah: kontrol

saya masih ingat dengan kalimat singkat dari 'The Matrix': "... it is all in your mind ..."

saya sudah mencanangkan untuk benar-benar 'jadi' CCIE tahun 2006. kenapa saya memaksakan diri untuk jadi CCIE? kenapa saya betul-betul 'harus' jadi CCIE?

jawaban sederhananya: kepuasan diri

jawaban yang 'nggak sederhana:

  • jadi CCIE itu satu hal yang prestisius (berharga sekaleee!!!)
  • jadi CCIE itu membuat akses yang selama ini 'biasa' saja menjadi 'luar biasa' (atau tepatnya: ruarrrr biasssaaaaa ...)
  • jadi CCIE itu bisa mendapatkan akses langsung ke Cisco untuk ... macam-macam: pembelian, support, download, dll
  • jadi CCIE itu bisa membantu 'upgrade' akses ke Cisco (yang ini saya ceritakan di masa datang)
  • jadi CCIE itu lebih membuka peluang mendapatkan 'pekerjaan'
  • memangnya sekarang 'nganggur'??? 'nggak tuh

    jadi koq nyari 'pekerjaan'??? yang saya maksud adalah: kontrak profesional yang selama ini saya jalankan. siapa yang mau hire oran gyang 'cuma' bertitle S1 (degree/undergraduate), 'cuma' menyandang CCNA (walaupun CCNP-nya udah setengah jalan), 'cuma' punya beberapa titel professional yang 'umum', 'cuma' punya pengalaman 6 tahun di jaringan komputer tapi di luar Australia, 'cuma' punya pengalaman di bidang non-commercial dan gak bisa dibuktikan kalau hal tersebut bisa diterapkan di area komersial, dan sekian banyak 'cuma' lainnya yang mengakibatkan peluang mendapatkan kontrak hilang!!!

    bikin gemes tokh!!! mau ngasih bukti??? jadilah 'pakar'

  • jadi CCIE tuh ... (akan dilengkapi begitu saya udah jadi CCIE nanti)

apakah dengan mendongkrak jadi CCIE menjamin saya mendapatkan kontrak? gak ada yang bisa menjamin!!! nah loh!!! koq bisa??? jadi buat apa capek-capek persiapan CCIE?

hal yang cukup sering saya temui begitu proses recruitment: mereka lihat 'kertas'-nya dulu, baru cari bukti sana-sini

di sini, begitu mereka melihat CCIE, MCSE, Citrix something, Java certified, dan lain-lain yang merupakan top-10 keinginan para orang-orang (perusahaan) yang perlu, sebagian besar mereka 'nggak melihat lagi berapa lama orang tsb udah menyandang 'gelar' tersebut

hal ini bisa dijadikan tips sedikit untuk pembaca yang mau mendapatkan tambahan daya tarik ke arah kemajuan: upgrade dulu, hasil belakangan :)

jadi: balik belajar lagi deh. tekunlah belajar dan bekerja untuk saat ini dan persiapkan untuk yang akan datang


Posted by Dwi Chandra | Permalink | Categories: CCIE Journey

Tue Nov 1 23:43:27 EST 2005

istilah NAT

walah ... sudah baca-bici sana-sini ternyata istilah NAT host aja masih ketuker ... memalukan!!!

sengaja saya tulis di sini supaya gak lupa lagi dan bisa jadi referensi di masa datang

saya ngaku aja, selain hari ini rada-rada 'error', beberapa hal 'minor' yang kadang jarang disentuh bisa aja lupa dan 'tercecer' selama proses belajar :)

ada 4 jenis alamat IP di perspektif NAT (versi Cisco):

  • inside local
  • alamat IP ini adalah alamat dari host yang berada di dalam network (di balik perlindungan firewall). alamatnya mungkin saja unik atau dialokasikan berdasarkan RFC 1918 (private IP addressing) atau bahkan secara resmi dialokasikan kepada organisasi lain

  • inside global
  • alamat IP ini adalah alamat dari host di dalam yang tampak dari network luar, istilahnya adalah 'alamat IP yang di-peta-kan'. Alamat IP ini dapat dialokasikan dari rentang alamat IP global yang unik, biasanya diberikan dari ISP (kalau jaringan/network-nya terhubung ke Internet

  • outside local
  • alamat IP ini adallah alamat dari host yang berada di luar network (di luar perlindugan firewall). alamat IP ini dapat dialokasikan berdasarka RFC 1918, jika diinginkan

  • outside global
  • alamat IP ini adalah alamat yang benar-benar ada di luar jaringan (firewall)


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Mon Oct 24 08:22:28 EST 2005

akhirnya ...

halo semua ...!!!

akhirnya link dengan ISP baru up juga! Blognya juga berhasil di pindahkan dengan hitungan detik :)

segitu dulu update singkat hari ini


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Fri Oct 7 01:21:26 EST 2005

tambahan untuk whazzzuppp ...

Saya jadi agak menyimpang dalam update blog nih. Janjinya kahn blog yang satu ini akan berisi rangkuman diskusi dari forum IndoCisco yah?

Dari 24 September 2005 sampai 7 Oktober 2005, beberapa rangkuman diskusi ada di bawah ini:

(berdasarkan subject dan sudah berhenti posting diskusinya antara tanggal tersebut diatas):

  • mo nanya BGP full route
  • Diskusi ini diawali dengan pertanyaan tentang kebutuhan memory di router 3660 kalau mau menerima full route dari peering AS. Sebab dengan jumlah memory 128MB, begitu terima full route, keluar pesan "not enough memory" di show log

    Beberapa respon dari rekan-rekan milis cukup membantu bahkan ada yang memberikan solusi alternatif

    Salah satu jawaban memberikan contoh output dari route-server.belwue.de yang mencantumkan hasil output BGP peering AS dengan full route update. Yang hanya menggunakan router seri 2600 (berdasarkan IOS-nya)

    Ada juga respon yang memberikan alternatif menggunakan "Zebra" karena jumlah memory yang digunakan sekitar 70MB. Saran tersebut karena pengalaman dari rekan IndoCisco yang menggunakan 3620 dengan 64MB, dan baru sampai menerima sekitar 70.000-an update sudah mengalami masalah (terputus dan proses CPU naik sampai 70% - 80%

  • Configure MRTG
  • Bermula dari permintaan saran untuk membuat satu file .cfg dari mrtg menghasilkan keluaran (output) ke 2 direktori yang berbeda.

    Diskusi berlangsung cukup seru dan sempat berujung ke bursa saham (lho???), dan juga penggunaan MRTG untuk menghasilkan keluaran sepertin Windows Task Manager

    Rekan IndoCisco tersebut juga menambahkan bahwa salah satu tujuannya adalah untuk menyederhanakan jumlah file konfigurasi yang berkisar 100 buah (!!!)

    Di akhir diskusi, peminta saran tesebut berhasil menemukan jawabannya sendiri. Ada perintah di MRTG yang bisa menghasilkan keluaran ke direktori di bawah workdir dan cukup membantu menyelesaikan masalah

    Selamat untuk menemukan jawaban secara mandiri. Walaupun jawaban dari forum tidak memberikan hasil langsung, tapi paling tidak sudah dicoba untuk bertanya

  • nambahin inspect di 2600
  • Diskusi yang satu ini hendak mencari jawaban untuk pengunaan perintah inspect ip sebagai salah satu fitur di Cisco router seri 2600

    Respon yang masuk langsung dari CCIE (!!!) yang memang sedang mempersiapkan CCIE security :). Saran dari rekan IndoCisco tersebut adalah dengan memberikan contoh langsung.

    Penutup dari diskusi dengan pokok ini adalah: ternyata IOS yang digunakan oleh penanya tidak ada fitur yang diperlukan, jadi perlu di-upgrade ke IOS yang mendukung fitur tersebut

Di akhir beberapa diskusi, banyak rekan-rekan muslim yang sekalian menyampaikan ucapan selamat berpuasa bagi mereka yang menjalankan

Marhaban ya ramadhan, selamat berpuasa bagi rekan-rekan muslim.

Dwi Chandra melaporkan dari pojok kota Melbourne - Australia dini hari tanggal 7 Oktober 2005

(masih dingin nih jack, whats with the nature?)


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Thu Oct 6 23:53:25 EST 2005

whazzupppp!!!

Halo semuaaa!!! Apa kabarrr???

Udah lama nih gak nge-blog, pasti ada beberapa yang juga offline dari aktifitas pribadi dan cukup sibuk di pekerjaan sehari-hari

Mau mulai dari mana yah? My CCIE journey?

Masih merangkak lagi saya di area yang satu ini, bukan ngeluh sih, tapi ini justru serunya

Dari sejak attempt written sebelumnya yang gak beres karena satu dan lain hal, untuk attempt lagi dengan peralatan yang tidak selalu ada di hadapan memang kurang memberikan semangat :)

Apakah saya mulai pudar semangatnya? Tentu saja TIDAK!!! Hahaha ...

Dengan absen-nya peralatan karena sekarang sedang tidak terlibat di project maupun kerjaan yang menuntut administrasi lain-lain, ini adalah saat yang sata idam-idamkan sejak dulu. Koq bisa??? Sebab, walaupun dulu peralatan ada di tangan, akses ke peralatan Cisco dan lain-lain selalu ada dan kapan saja, waktu untuk betul-betul mempersiapkan sama sekali tipis. Itu salah satu penyebab 'kegagalan' tipis di attempt written sebelumnya. Bukan menyalahkan atau mengkambinghitamkan sesuatu nih, tapi memang kenyataannya begitu.

Ini juga satu tips yang bisa saya bagikan: kalau memang mau betul-betul mempersiapkan ujian (apapun), pastikan ada waktu yang cukup memadai untuk persiapannya

Sekarang gimana??? Apakah waktunya cukup??? Banyak!!! JAdi justru walaupun alat tidak (belum) ada, betul-betul saya manfaatkan untuk membaca dan mempelajari sumber-sumber informasi yang berguna untuk persiapan CCIE ini.

Pasti juga ada pembaca yang berkata dalam hati: "situ enak sudah ada di luar negeri" atau "koq bisa yah si A sempat-sempatnya belajar untuk jadi CCxx" atau "situ enak, ada duit, ada akses, ada ini, ada itu dan lain-lain"

Saya akui, awalnya juga saya berpikiran seperti itu. Tapi ada satu hal yang membuat perbedaan mulai terjadi: cara berpikir dan sikap!

Saya bukan bermaksud menggurui di sini, tapi saya mulai berkata (tepatnya bertanya) dalam hati: "bagaimana caranya saya bisa ada di luar negeri?" atau "bagimana caranya supaya saya sempat seperti A untuk belajar jadi CCxx?" atau juga "bagimana caranya supaya tanpa ada duit lebih, tapi saya bisa dapat akses, ada ini, ada itu, dan lain-lain untuk mendapatkan CCxx?"

Untuk sekedar pengetahuan pembaca saja. Sampat saat ini, saya bermodalkan baca, baca dan baca lagi untuk persiapan mendapatkan CCxx yang ada sejuah ini. (Yah ... memang secara resmi, hanya gelar CCNA yang baru boleh saya sandang, gelar lainnya masih belum ada hak untuk dicantumkan secara resmi :) )

Tips kecil tersebut berguna bukan hanya untuk persiapan ujian, tapi juga saya pakai dalam menjalani pekerjaan, proyek, hidup dan lain-lain.

Kalau ada yang pernah menonton film Dead Poet Society-nya Robin Williams, di situ ada satu kalimat yang pertama kali saya dengar dan cukup membantu memberikan semangat hidup: Carpe Diem dari bahasa Latin yang berarti Seize the day (bahasa Inggris) artinya: "taklukan hari (ini)" atau secara terjemahan bebas: "rebut hari (ini)"

Maksudnya apa? Hari ini adalah satu tantangan, cobaan, ujian dan petualangan. Yang hebat dari perjalanan waktu (sampai sekarang saya tulis blog ini) adalah: tidak ada jalan untuk kembali. Kita tetap melangkah maju melalui waktu. Dengan tidak mungkinnya kembali ke waktu sebelumnya, kita ditantang untuk berbuat lebih: buruk atau baik yang penting lebih! Kalau tidak berbuat apa-apa? Itu sama saja mati dong :)

Yah cukup lah filosofi singkat tersebut

JAdi rekan-rekan: , hari ini adalah pemberian yang paling berharga dari yang kuasa dan dari alam. Gunakanlah sebaik mungkin. Apa yang kita perbuat hari ini mungkin tidak akan terlihat maupun terasa langsung. Tapi besok maupun hari-hari yang akan datang akan (pasti!) terlihat hasilnya.


Sedikit update untuk perjalanan CCIE saya:

Secara teori masih membaca area OSI lagi dan juga beberapa teori internetworking. Saya akui ini merupakan satu tantangan karena sifatnya teori, tapi walaupun sudah cukup menguasai masih ada yang kurang sempurna dalam menjawab soal-soal yang berkaitan dengan OSI maupun teknologi secara dasar. Jadi sebelum landasan ini benar-benar stabil 1000%, hantam lagi buku-buku tersebut: baca, baca dan baca lagi!!! Heeeee haaaa ...

Saya sempat ditanya oleh salah satu rekan CCIE senior, persis seperti Morpheus menawarkan Neo: "Did you take the red pill?"

Saya hanya menjawab: "It was painful, but I know it lead me to the better. I'll see you at the end of the tunnel!". Senior CCIE tersebut hanya tersenyum. Mungkin dia juga akan berkata persis seperti Morpheus lagi satu hari: "I owe you an apology, we can't go back ...", bukan karena penyesalan, tapi karena kenyataan bahwa telah melewati satu ujian yang berat akan memberikan hasil lebih.

OK, saya tunggu kedatangan rekan-rekan IndoCisco untuk sama-sama mengarungi perjalanan dan petualangan menjadi CCxx, apapun levelnya ayo kita jalani bersama. Buktikan bahwa: Indonesia Mampu!!!


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Sat Sep 24 20:54:45 EST 2005

the beginning of my CCIE journey ...

akhirnya ... tugas-tugas yang tidak ada kaitannya dengan CCIE selesai sudah ... legaaaa!!! dan saya lulus!!!

seperti yang dijanjikan: saya memulai perjalanan menjadi CCIE di negeri kanguru


dari mana mulainya???

mulailah saya bongkar-bongkar buku persiapan CCIE yang pernah ada sejak 2003. 'nggak debuan sih, tapi udah agak berlokasi di pojokan dan mulai mengumpulkan debu

buku yang cukup membantu saya di attempt written saya yang terakhir adalah: Sybex, CCIE study guide-nya Todd Lammle. Sayangnya edisi bukunay adalah 2001, jadi cukup banyak evolusi teknologi internetwork yang terjadi sekarang

mulailah saya hunting buku dan berakhir untuk minimal update buku CCIE study guide tersebut ... dan ... bukunya belum di update!!! Itu hasil berburu buku di beberapa toko buku yang ada di daerah saya


sekedar informasi juga, saya sekarang bekerja sebagai tenaga pengajar di salah satu Cisco Network Academy (Local Academy), dan memang saya menganggap ini sebagai suatu berkah karena mereka memiliki perlengakapan lab yang bisa mempersiapkan beberapa skenario lab CCIE nanti

plus ... beberapa ISR 2800 akan datang dalam waktu beberapa minggu untuk melengkapi lab CCNP Routing ... hampir lengkap

saya akui kalau dana untuk membuat lab lengkap tersebut di luar jangkauan finansial saya.

solusi??? bawakan ide untuk menjadi CCIE ke atasan saya. tebak apa yang terjadi??? dia bingung!!!

'ngapain jadi CCIE kalo cuma ngajar di Cisco Academy dan kampus hanya menawarkan sampai CCNP?'. Saya jelaskan beberapa ide di balik CCIE itu sendiri dari sisi 'akademis' kampus ... tebak lagi???

beliau setuju!!!!

tapi bukan berarti dananya tidak terbatas, yang jadi kendala adalah: budget untuk tahun ini sudah habis :-(

solusi berikutnya???

saya minta ijin beliau memungkinkan penggunaan lab kampus untuk sarana latihan dll dan kemungkinan pengembangan lab untuk memenuhi kapasitas lab CCIE

proses kelanjutannya akan saya update lagi via blog ini ... untuk sementara waktu: TETAP SEMANGAT!!!


Posted by Dwi Chandra | Permalink | Categories: CCIE Journey

Thu Sep 15 20:57:04 EST 2005

*fiuh*

*fiuh* akhirnya tugas-tugas training yang berjalan dari april selesai juga. Belum tahu hasilnya sih, tapi kita lihat aja nanti bagaimana

Sekarang saatnya untuk kembali ke peradaban belajar Cisco!!!

Sekarang sedang banyak komitmen untuk ini-itu, tapi saya sudah persiapkan beberapa kemungkinan kalau para komitmen tersebut menyita waktu diluar harapan

Yang penting: maju terusss!!


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Sat Sep 10 01:13:07 EST 2005

CCIE tanpa CCxA/CCxP gak ada yang tahu?

Terus terang saya gregetan begitu tahu kalau cukup banyak dari para rekan-rekan yang tidak mengetahui kalau untuk mengikuti dan bergelar CCIE itu tidak harus memiliki CCxA maupun CCxP

Saya akui pada awalnya saya juga tidak mengetahui hal tersebut. Tapi ada satu hal yang membuat saya jadi tahu: baca buku CCIE

Koq bisa ada salah kaprah begini???

Dari pengalaman saya, begitu saya melihat bentuk piramid sertifikasi Cisco, saya langsung mendapatkan kesan: "ohhh ... mulai dari CCNA, trus CCNP, trus CCIE"

Berikutnya, saya baca dari informasi sertifikasi Cisco kalau 'jenjang' sertifikasi adalah Associate, Professional lalu Expert. Nah pemahama yang sama juga terjadi di benak saya

Lantas apa yang saya lakukan???

Ambil ujian CCNA, gampang tokh solusinya???

Apa yang terjadi????

Selepas ujian CCNA, saya beli buku CCIE untuk menjadi pedoman belajar karena saya serius ingin menempuh jenjang sertifikasi seperti itu. Secara garis besar, mirip S1, S2 lalu S3 di network lah lebih kurang

Biasanya, saya jarang membaca pengantar (dan saya yakin banyak rekan-rekan yang tidak membaca pengantar, betul gak???), tapi saya selalu membaca area yang kadang menurut saya tidak perlu sama sekali: pengantar dan riwayat pengarang

Singkat cerita, saya syok habis membaca paragraf yang menyatakan: to be a CCIE, there is no prerequisite. Dengan Bahasa Inggris yang sangat terbatas waktu itu, saya berusaha mencari tahu arti prerequisite. Ternyata artinya adalah: prasyarat!!! (Saya tidak pernah kuliah di luar negeri maupun pergi ke negara yang berbahasa Inggris. Murni sampai S1 saya produksi Indonesia 100%). Saya juga pernah mengambil kursus Inggris (di Indonesia tok) dan gagal sampai dengan 3-kali di level yang sama (intermediate), dan saya nyerah untuk belajar bahasa Inggris lebih jauh. Sampai sekarang pun bahasa Inggris aaya pun gak ada bener-benernya tuh

Jadi dari pengalaman saya sendiri juga, ada beberapa hal yang bisa dijadikan kebiasaan bagi mereka yang hendak mengambil sertifikat profesional ataupun belajar mandiri yang bukan pendidikan formal:

  • Baca, baca dan baca selengkapnya. Mungkin ada bagian dari buku persiapan yang kita pakai berisi bab yang tidak ingin kita baca karena tidak ada kaitannya dengan pelajaran inti dari buku tersebut
  • Pelajari riwayat pengarang yang biasanya tertulis sekitar 1-2 halaman di setiap buku. Dari situ kita bisa terinspirasi untuk menjadi seperti beliau. Bukan membeo/ ikut-ikut jadi seperti pengarang, tapi kita jadi bisa membayangkan kalau kita sudah mencapai sertifikasi tertentu, seperti apa sih rasanya
  • Cari informasi untuk tips belajar, jadi bukan hanya apa yang dipelajari saja. Sebab, dengan mendapatkan tips belajar, kita juga bisa mengarahkan arah belajar kita ke fokus tertentu. Kalau kita sudah terbiasa luar dalam dengan segala jenis metode switching di LAN misalkan, yah langsung pelajari bidang yang kurang mantap, BGP misalkan. Atau yang lebih sederhana: bedanya masing-masing routing protocol dan cara kerjanya.
  • Pasang target kapan akan ujian. Jangan pernah mengikuti "kalau siap, baru saya ujian", percaya saja bahwa ujian tersebut tidak akan pernah terjadi, karena kita merasa tidak pernah siap. Saya juga alami hal ini pertama kali menjelang ujian CCNA. Kalau target persiapannya tidak terpenuhi bagaimana> Paling dasar kita sudah mempersiapkan diri, jadi kalau memang mau keras: siap atau tidak hantam ke ujian. Tapi kalau persiapannya saja bermasalah, yah jangan dipaksakan ujian dong.
  • Menjelang ujian, tenangkan diri dan juga persiapkan untuk gagal (bukan sengaja dibuat gagal). Ingat: investasi waktu dan uang yang sudah dikeluarkan harus ditebus dengan kelulusan ujian. Tapi beban tersebut jangan dibawa ke ruang ujian. Buat satu target: "ini adalah tantangan, saya pasti bisa melalui tantangan tersebut karena saya sudah mempersiapkan diri. Saya akan lakukan yang terbaik". Anggap saja sebuah permainan/game yang bertujuan kita harus menang dan meengalahkan para musuh (soal) ujian tersebut.
  • Terakhir dan cukup penting: berdoa dan berserah (bagi yang beragama dan memiliki kepercayaan kepada kekuatan yang lebih tinggi). Kalian sudah lakukan semuanya dengan baik (persiapan), yang pasti membantu dalam menjawab soal-soal di ruang ujian maupun lab

Saya pernah mendapatkan satu kalimat yang cukup mebantu pemikiran: "Kalau Anda pikir Anda bisa, Anda pasti bisa" (If you think you can do it, you can do it)

Entry blog ini merupakan uneg-uneg yang sudah cukup lama tersimpan dalam melihat persiapan rekan-rekan di forum. Saya bukanlah sorang yang sempurna, tapi dengan bermodalkan panduan di atas tersebutlah, saya bisa maju dalam mencapai beberapa sertifikasi sejuah ini (belum mencapai target, tapi saya pasti akan ada di sana)


Bagi rekan-rekan yang ingin mengetahui cerita singkat tentang jatuh-bangunnya pengalaman sertifkasi maupun beberapa pengalaman saya, silahkan ke website berikut ini (akan membuka jendela baru)

Semoga bermanfaat dan selamat menajdi CCIE Indonesia yang berikutnya


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Mon Sep 5 02:39:17 EST 2005

[IndoCisco] Static Route - 9 Sep 2005

Pesan asal dari pengirim dengan subject diatas dapat dilihat di bagian akhir blog ini

Berikut tanggapan dari saya untuk versi blog:

Halo Pemula,

Semoga ada yang bisa dicerahkan sedikit via tanggapan ini :-)
Ada beberapa kejanggalan yang terjadi di informasi yang diberikan, tapi kita bahas di bagian akhir saja, sebab saya asumsikan ada kesalahan ketik :-)

Saran dari Softcopy berikut ini cukup membantu:

...

RO1 HQ
IP ROUTE 192.168.38.0 0.0.0.255 192.168.1.2
RO2 HQ
IP ROUTE 192.168.15.0 0.0.0.255 192.168.1.1

...

untuk tanggapan dari saya, bisa dilihat dari ilustrasi berikut ini

Keterangan:

  • static route dengan warna hitam dan merah adalah 'ip route' yang diberikan dari Pemula
  • static route dengan warna merah adalah 'ip route' yang tidak diperlukan
  • static route dengan warna biru adalah 'ip route' yang ditambahkan

Catatan: saran dari gambar diatas bukan satu-satunya solusi.

Mengapa saran tersebut yang digunakan?

Masing-masing router sudah memiliki default route (0.0.0.0 netmask 0.0.0.0) dengan tujuan setiap serial interface masing-masing

Setiap router juga akan memiliki routing table dengan status 'C - Connected' dari setiap interface e0 masing-masing

Jadi, semua rute di masing-masing router akan mengetahui topologi masing-masing

Yang jadi hambatan adalah: bagaimana network di Branch1 bisa mengakses network di Branch2, dan sebaliknya?

Cukup tambahkan static route di masing-masing branch untuk 'mengenal' network di branch yang berbeda tersebut. Jadi perintah 'ip route' warna biru ditambahkan

Koq network di serial interface masing-masing router tidak dimasukkan di static route pada router branch yang 'berseberangan'? (antara Branch1 dan Branch2)

Jawabannya sederhana: koneksi serial tersebut menggunakan point-to-point, apakah perlu masing-masing network (LAN) di Branch1 maupun Branch2 mengakses subnet tersebut? Jawabannya adalah: tidak. Mengapa? yang diperlukan adalah akses antara LAN di HQ, Branch1 dan Branch2. Koneksi WAN, biar routernya saja yang saling mengetahui.

Ilustrasinya begini:

Kalau ada satu host di Branch1 yang mencari host di Branch2, maka proses berikut ini yang (mungkin) terjadi

  • Berhubung data jaringan Branch2 tidak diketahui oleh RO BR2, maka secara default data akan ditransmisikan via s0 (RO BR1) ke so (RO1 HQ)
  • RO1 HQ mengetahui bahwa untuk mengakses Branch2 harus melalui e0 via 192.168.1.2 (eo di RO2 HQ)

Proses tersebut juga terjadi dari Branch2 ke Branch1.

Untuk Branch1 maupun Branch2 ke HQ, karena si router tidak ada data mengenai network tersebut, maka router di masing-masing branch akan mentransmisikan data via s0 masing-masing

Untuk perintah 'ip route' warna biru di masing-masing router HQ, berguna untuk memberitahu para router di HQ tersebut tentang keberadaan network di sisi yang terhubung via s0. Kalau tidak dicantumkan, besar kemungkinan akan terjadi packet loss karena host di HQ hanya mengembalikan paket via router semula. Karena router di HQ tidak mengetahui keberadaan network di sisi seberang dari tujuan data yang akan dikembalikan, maka paket data akan di drop.

Ada satu pertanyaan dari saya, mengapa tidak menggunakan routing protocol?


Sekarang beberapa kejanggalan yang terjadi:

  1. RO BR1 e0 IP: 192.169.38.1/24
  2. RO BR1 s0 memiliki alamat IP yang sama dengan RO1 HQ
  3. RO2 HQ s0 memiliki alamat IP yang merupakan broadcast IP untuk subnet tersebut

Saya menduga bahwa alamat IP sudah diganti dari aslinya untuk 'mengamankan' informasi alamat IP dari tangan-tangan usil yang suka coba-coba di IndoCisco (dengan muka penuh wibawa bak detektif palsu ... hahaha ...)

Tapi cukup baik usahanya, sayang perhitungan alamat IP-nya meleset ;-)


--- pesan asal ---

Dear Rekans dan Seniors...

Mohon masukkan dari rekan dan senior .......... :- )
Saya baru belajar routing dan ada kendala, semoga ada yg bisa bantu :
Saya punya 2 cloud dari 2 provider yang saya connect di
HQ :

Provider A
RO Branch1 ------------------- RO1 HQ ------------------
e0 |
|
Switch ------------ Servers
|
Provider B |
RO Branch2 ------------------- RO2 HQ ------------------
e0


RO BR1
E0 192.168.15.1 / 24
S0 172.16.0.3 / 30
ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0
ip route 192.168.15.0 255.255.255.0 e0

RO BR2
E0 192.169.38.1 / 24
S0 10.170.113.118
ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0
ip route 192.168.38.0 255.255.255.0 e0

RO1 HQ
E0 192.168.1.1 / 24
S0 172.16.0.3 / 30
ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0
ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 e0
ip route 10.170.0.0 255.255.0.0 192.168.1.2

RO2 HQ
E0 192.168.1.2 / 24
S0 10.170.113.119 / 30
ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0
ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 e0
ip route 172.16.0.0 255.255.0.0 192.168.1.1

Kondisi-nya :
1. dari e0 RO1 HQ sudah bisa ke RO BR2 dan sebaliknya
2. dari e0 RO2 HQ sudah bisa ke RO BR1 dan sebaliknya

tapi dari RO BR1 belum bisa ke RO BR2 dan sebaliknya.

Sepertinya ada yg kelewat tapi apa ya......Mohon bantuannya


Rgrds
Pemula

Posted by Dwi Chandra | Permalink

Mon Aug 29 01:34:42 EST 2005

[IndoCisco] Tanya Seputar Cisco - 22 Agustus 2005

Blog ini adalah rangkuman tanggapan dari beberapa anggota milis berdasarkan pertanyaan dari Wiwit Subagyo: Tanya Seputar Cisco


Dear Network Admin,


Mungkin rekan-rekan yg setiap hari di bermain dengan cisco router mau berbagi resep menghandle network. Saya masih awam mengenai security di Cisco.

Bagaimana cara mengetahui kalo ada ddos, virus ataupun paket besar dari internal ataupun eksternal yg mengganggu jaringan kita ?


Terus bagaimana cara mengatasinya misalnya melakukan blocking terhadap source ip yg mengirim ddos atau virus tsb ?


Terima kasih atas masukan dan saranya


Salam,


Wiwit Subagyo


Beberapa tanggapan datang, diantaranya memberikan beberapa alternatif software yang mungkin bisa digunakan seperti RANCID dan kiwi. Ada lagi yang memberikan solusi dengan penambahan perangkat di jaringan komputer seperti: IDS dan IPS. Juga ada yang memberikan solusi dengan menggunakan peralatan dan piranti lunak yang ada, namun mengandalkan metode penerapan konfigurasi di jaringan komputer

salah satu contoh metode konfigurasi adalah di http://www.cisco.com/en/US/products/sw/voicesw/ps556/products_security_notice09186a00801b143a.html yang juga pernah saya gunakan dulu.

Sekilas pengalaman berkenaan dengan solusi tersebut: saya waktu itu sedang dalam masa peneyelesaian proses permanent resident Australia. Kebetulan sekali proses tersebut mengharuskan saya berada di Kuala Lumpur selama hampir 1 minggu penuh. Banyak sekali staff yang berdoa denga khusyuk agar jaringan komputer tidak terjadi apa-apa selama saya cuti tersebut.

Seperti yang bisa diduga, sesuatu terjadi!!!

Virus nimda menyebar di hari Selasa saat saya ada di KL. Dan tidak henti-hentinya handphone berdering untuk meminta bantuan solusi. Hingga akhirnya pada hari kamis, ada kabar baik bahwa proses di KL sudah bisa selesai sore harinya. Bergegas saya terbang kembali dan hari jumat pagi langsung 'bertempur' melawan nimda (keparat) tersebut

Solusi pertama yang saya kerjakan: monitor aktifitas router secara terus-menerus dan memastikan bahwa apapun ACL, konfigurasi, monitoring, dll yang saya terapkan menghasilkan titik terang yang menjanjikan untuk perbaikan

Saat saya hampir menyerah, muncul solusi dari Cisco tersebut. Sesudah saya terapkan, hasilnya cukup bisa diandalkan untuk mengurangi beban serangan nimda tersebut

Tidak lama berselang, virus nachi muncul dan metode antisipasinya kebetulan mirip sekali. Jadi efek samping nachi di beban jaringan komputer agak berkurang, tapi saya dan tim IT seperti anjing mengejar ekornya: tidak ada hentinya panggilan untuk pembasmian desktop yang terinfeksi. Pada akhirnya seluruh tim IT berhasil menanggulangi dengan membagi dua area: network dan end-user. Apa daya cukup banyak end-user yang lebih memilih saya yang membetulkan deskop mereka hanya masalah user kurang percaya (confident) kepada anggota tim lainnya.

Apakah lantas saya menurut kehendak user untuk memperbaiki masalah virus terseut di hadapan mereka? Saya memilih penyelesaian secara delegasi: saya datang bersama anggota tim saya dan memandu tim saya tersebut hanya selama beberapa menit, sisanya adalah bagian saya meyakinkan si user bahwa tim saya tersebut juga mampu mengatasi masalah yang ada. Saya juga menyebutkan dan berterus terang tentang keadaan jaringa komputer yang sedang 'kacau-balau' teresebut karena ulah virus yang tidak diundang

Akhir cerita: semua masalah yang berkenaan dengan virus tersebut bisa teratasi dengan semangat dan kerjasama tim. Saya tidak henti-hentinya berterima kasih kepada mereka untuk pengertian dan usahanya (kena traktir makan mereka juga selama 1 minggu penuh, sebagai perayaan kemenangan)


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Mon Aug 29 00:59:44 EST 2005

CCIE update dari milis ccieindo

Sudah beberapa bulan terakhir ini saya terdaftar di milis ccieindo dan cukup banyak sekali aktifitas diskusi yang bermanfaat untuk membantu pengarahan dalam mencapai CCIE

SELAMAT KEPADA DUAL CCIE BARU DARI INDONESIA: RD (Aradea Susetya)

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL! JIKA ADA KEMAUAN, DI SITU ADA JALAN!!!

Saya optimis dengan adanya langkah awal dari para CCIE Indonesia (dan multi-CCIE), kemajuan IT Indonesia akan tersentuh untuk merambah naik lagi


Saya juga mendapatkan teguran dengan adanya berita baik tersebut. Bukan oleh siapa-siapa, tapi oleh saya sendiri.

Saya pernah menjanjikan ke beberapa orang bahwa bulan Agustus 2005 kembalinya saya untuk mengupayakan CCIE R&S saya yang terlupakan dulu. Saya belum CCIE, tapi (baru) written dan belum berhasil.

Hanya satu tekad yang terjadi sekarang: singkirkan hambatan yang ada dan kembalilah ke jalan yang benar (lho???)

Saat ini saya sedang menyelesaikan satu studi online di area pengajaran. Bukanlah kehendak saya untuk mengambil pelajaran ini, tapi (tadinya) saya melihat ada satu peluang yang bisa dimanfaatkan dengan menyelesaikannya: saya berhak untuk memberikan jasa pelatihan di Australia

Apa yang terjadi sekarang??? Begitu semuanya hampir rampung, terjadi perubahan dari departmen pendidikan Australia yang menyatakan jalur sertifikasi yang saya ambil tersebut akan tidak digunakan lagi sesudah 2005!!!!

kejadian ini mirip sekali dengan masa lalu di Indonesia yang selalu terjadi perubahan kurikulum setiap penggantian Menteri Pendidikan. Bedanya, di Australia, (umumnya) penggantian ini mengarah kepada konsolidasi dan efisiensi.

"Nasi setengah matang, sayang tidak dimakan ...", ungkapan yang paling mengena untuk kejadian sertifikasi tersebut. Saya hanya memilih 1 pilihan: selesaikan.


Posted by Dwi Chandra | Permalink | Categories: CCIE Journey

Sat Aug 20 02:19:57 EST 2005

opini tentang training center (pusat pelatihan)

halo semua,

sedikit opini sederhana dari pandangan saya (tulisannya akan dibuat dengan huruf kecil semua biar sederhana)

menurut pengalaman saya dan juga beberapa rekan yang saya ajak diskusi soal technical training, cukup banyak yang merasakan bahwa training professional sekarang ini lebih ke arah profit ketimbang knowledge (pernyataan ini akan menimbulkan argumen dari sana-sini untuk yang tidak setuju).
koq begitu?

sebagian besar materi training melibatkan beberapa dasar pengetahuan tertentu. untuk cakupan opini ini adalah training cisco.saya lihat, cukup gencar para lembaga pelatihan memberikan informasi via forum indocisco yang menawarkan paket pelatihan ccna, ccnp dan lain-lain. yang jadi tantangan sekarang adalah: apakah benar paket pelatihan tersebut dapat membantu para peserta mendapatkan pengetahuan yang semestinya?

saya setuju sekali dengan adanya pelatihan dan lain-lain tersebut, tapi ada satu jenis pelatihan yang saya lihat jarang diterapkan di indonesia: prerequisite training (pelatihan pendahuluan sebagai prasyarat melengkapi pelatihan yang seharusnya) satu hal yang saya rasa akan membuat lembaga pelatihan jenis ini dapat membuat perbedaan dari lembaga pelatihan yang ada. bentuk paketnya sederhana: peserta membayar paket pelatihan, semua materi diberikan sekitar 3-6 bulan sebelum pelatihan dimulai. peserta diharuskan menyelesaikan bahan pelatihan tersebut secara mandiri (self study) lalu di akhir 3 - 6 bulan tersebut, mereka di gembleng intensif untuk membantu mendapatkan pengetahuan yang ada.
keuntungannya apa? ilmu yang seharusnya disampaikan akan lebih mendalam, karena peserta sudah mempelajari terlebih dahulu materi pelatihan sebelum benar-benar mengikuti pelatihan yang ada. selain itu, pihak lembaga pelatihan juga bisa lebih mengoptimalkan fasilitas pendukung yang ada: lab, ruang kelas, dlsb. pertentangan metode pelatihan ini adalah: kalau si peserta 'gagal' memenuhi syarat untuk melengkapi pelatihan, maka dia juga tidak mendapatkan kelulusan secara penuh. tapi saya yakin kalau pesertanya memang benar-benar mempersiapkan dan hanya gagal di awal pertemuan pelatihan tersebut, mereka akan diberikan alternatif untuk mengikuti pelatihan yang biasa kita temui: kontak kelas langsung seperti pelatihan pada umumnya.

kenapa saya menulis artikel kecil ini? karena saya merasa cukup banyak peserta pelatihan yang 'dirugikan' tanpa disadari bahwa mereka sebenarnya tidak mendapatkan apa yang mereka seharusnya dapatkan, terutama kalau mereka dibiayai oleh tempat kerja mereka (nah ... timbul lagi argumen berikutnya dari sini) peserta pelatihan yang dibiayai tempat kerjanya biasanya hanya 'menyalurkan' keinginan tempat kerja mereka untuk pelatihan yang semestinya. saya kui tidak semuanya terjadi dengan kasus seperti ini, tapi cukup banyak kasus ini terjadi kepada peserta pelatihan yang tidak seharusnya dikirimkan ke pelatihan tertentu.

kalau ada diantara pembaca yang memiliki tempat pelatihan dan mau menjadikan pelatihan mereka standar mutu, silahkan gunakan seleksi masuk yang ketat (bukan sulit!). ini akan menaikkan kualitas tempat pelatihan tersebut dengan adanya peserta yang memang sudah mampu dan layak ikut di pelatihan tersebut. memberikan voucher untuk ujian resmi dan kalau gagal bisa ikut pelatihan berikutnya secara gratis adalah salah satu metode yang bisa memberikan daya tarik tersendiri, tapi ada lembaga pelatihan yang malah 'dirugikan' dengan tawaran iin dan pada akhirnya mereka tidak memberikan tawaran tersebut lagi.

kalau memang cukup banyak pembaca yang berusaha mengikuti pelatihan hanya demi mempersiapkan diri untuk ujian formal sertifikasi tertentu maupun untuk mendapatkan pengetahuan, biasakan membaca terlebih dahulu :)

kalau membaca saja sudah cukup tinggi tantangannya, bagaimana mau ikut pelatihan resmi tokh?

sekedar opini kecil untuk hari ini sesudah sekian lama tidak nge-blog

semoga membantu,

dwi

bagi mereka yang mau membaca blog 'umum', silahkan ke link berikut ini


Posted by Dwi Chandra | Permalink

Sun Jul 31 01:24:19 EST 2005

Selamat Datang!

Selamat Datang rekan-rekan IndoCisco dan Cisco-ers Indonesia!

blog ini dibuat untuk merangkum diskusi yang berhasil saya temukan via forum milis IndoCisco di Yahoo! groups maupun forum milis lainnya yang berkaitan dengan Cisco

Selamat menikmati!



Posted by Dwi Chandra | Permalink